Sumbangan Tulisan Rezzy Eko Caraka - 19 Maret 2018 4246

Sifat manusia yang tidak puas dan kebutuhan yang terus meningkat. 2 faktor socio-economy tersebut berperan penting dalam berubahnya peradaban manusia. Diantara dari kita tidak asing dengan Namanya “Revolusi Industri” pada beberapa literature revolusi industri terjadi akibat dari berubah secara signifikan kehidupan manusia yang disebabkan oleh berkembangnya industri. Tercatat, sudah terjadi 4 revolusi industri mulai awal abad ke-18 dan abad ke 20. Sejarah revolusi industri dapat dilihat pada gambar dibawah ini

 

Pada beberapa negara konsep Revolusi Industri 4.0 sudah tidak asing lagi. Seperti, jika seseorang ingin membeli makanan hanya memesan via telfon dan kemudian pemilik jasa makanan tersebut akan mengantar pesanan kita dengan bantuan sebuah drone. Begitu juga dengan konsep Internet of Things (IoT) dengan hadirnya waze dan googlemaps yang memudahkan user dalam mengarahkan arah dan tujuan dengan tingkat error salah alamat yang sangat kecil.   

 

Revolusi Industri 4.0 merupakan system yang fleksible dan cukup kompelks yang juga berkembang pada digital manufaktur, tekonologi computer, jaringan, ekonomi, Pendidikan, logistic dan lainnya Di satu sisi, basisnya Implementasi didasarkan pada desain dan simulasi digital, proses manufaktur yang sangat otomatis, data produksi jaringan manajemen dan, manajemen proses produksi, mengubah seluruh proses untuk mengakses pengetahuan dan manajemen, penilaian dan pembuatan keputusan.

 

Di sisi lain, Industri 4.0 didasarkan pada CPS (Cyber Physical Sistem) yang menggunakan komputasi, komunikasi dan control teknologi dalam kolaborasi yang ketat untuk mencapai real-time sensing, sistem produksi , kontrol dinamis, cloud computing.

 

Bukan hal yang mudah untuk mencapai Revoulsi Industri 4.0, dan ini mungkin Butuh waktu sepuluh tahun atau lebih untuk direalisasikan. Saat ini, Revolusi Industri 4.0 adalah visi untuk masa depan, karena melibatkan banyak aspek, dan menghadapi banyak jenis kesulitan dan tantangan, termasuk tantangan ilmiah, tantangan teknologi, ekonomi, masalah sosial dan isu politik

 

 

Pendidikan dan Revolusi Industri 4.0

 

Dalam mempersiapkan Transformasi Nasional (TN-50) Malaysia dengan gencar dan massive menerapkan revolusi industri dalam berbagai sector, mulai ekonomi sampai dengan Pendidikan.

Berbagai jenis peringkat universitas dunia ada. Yang paling umum adalah QS World University, Times Higher Education World University. Peringkat ini umumnya berbobot terhadap hasil penelitian. Pada 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia berkeinginan untuk meningkatkan akses ke dan pendaftaran di pendidikan tinggi. Jika Malaysia berhasil meningkatkan pendaftaran dari 36% saat ini menjadi 53% (dan lebih tinggi pendaftaran pendidikan dari 48% sampai 70%), ini akan meningkatkan eksistensi Malaysia sebagai negara dengan tingkat pendaftaran tertinggi di ASEAN. Skenario pertumbuhan ini akan terjadi membutuhkan tambahan 1,1 juta tempat pada tahun 2025, terutama melalui pertumbuhan teknis dan kejuruan pendidikan dan pelatihan, swasta, dan pembelajaran berbasis online. Untuk menggapai tujuan ini Kementerian Pendidikan tinggi memiliki 3 pokok kerja yaitu (I) Kualitas lulusan, (II) Kualitas Institusi, dan (III) Kualitas keseluruhan system.

 

Pada kualitas lulusan, Kementerian berharap untuk meningkatkan 75% Tingkat kelayakan kerja pascasarjana sampai lebih dari 80% di 2025. Mengenai kualitas institusi, hanya satu dari Malaysia universitas saat ini berada di Top 200 QS global peringkat. Pada 2025, Kementerian bertujuan untuk menempatkannya universitas di Top 25 Asia, dua di Global Top 100, dan empat di Global Top 200. Akhirnya, pada kualitas Sistem keseluruhan, Kementerian ingin meningkatkan kinerjanya U21 peringkat untuk hasil penelitian dari 36 dari 50 negara ke 25 besar, dan untuk meningkatkan jumlah siswa internasional di HLI dari 108.000 hari ini ke 250.000 siswa di HLI dan sekolah pada tahun 2025.

 

Sistem pendidikan tinggi Malaysia akan berubah dari berkembang lulusan yang merupakan pencari kerja untuk orang yang merupakan pencipta lapangan kerja dan warga negara yang seimbang dengan pola pikir kewirausahaan. Umumnya konsep ini juga dikatan sebagai new academia . Sistem akan juga berubah dari fokus pada pendidikan universitas sebagai jalurpilihan untuk menempatkan nilai yang sama pada kedua universitas pendidikan dan jalur pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (TVET). Demikian juga, sistem akan beralih dari fokus tradisional pada kualitas dan kuantitas input untuk fokus pada hasil dan kinerja. Dari perspektif tata kelola, institusi akan bergerak dari tempat yang sangat tinggi model terpusat untuk mendapatkan otonomi dengan akuntabilitas yang jelas.

 

Pada penerapan Revolusi Industri 4.0. Pembelajaran online yang telah diimplementasikan di Malaysia selama beberapa dekade, adalah penyampaian pembelajaran secara elektronik biasanya melalui internet. Model instruksional ini telah berperan dalam memperluas akses terhadap pendidikan, meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran sambil memungkinkan lebih besar personalisasi pembelajaran siswa berikutnya untuk pembelajaran berbasis TIK adalah Globalized Online Learning (GOL). Di sini, istilah global tidak hanya mengacu pada keinginan untuk target global dan luas tapi juga perkembangannya dari e-content yang berstandar internasional.

 

Pada sektor Pendidikan terserapnya teknologi augmented reality (AR) dalam system pengajaran. Tingkat antusias siswa dalam sesi belajar mengajar juga akan lebih meningkat karena Augmented reality membuat pelajar menjadi kreatif dan lebih atraktif. Selain itu, efek dari Revolusi Indusri 4.0 dapat menghilangkan jarak dan waktu dalam kegiatan belajar siswa. Misal, siswa tidak perlu susah payah pergi ke Amerika untuk melihat patung liberty, dengan AR akan memungkinan pelajar bisa ‘Berjalan-jalan disana setiap saat’. Dengan mengerjakan pekerjaan rumah, menerima pemahaman hometask yang lebih dalam, siswa dapat mengerjakan tugas belajar secara efisien sehingga juga dapat membantu mereka dalam memecahkan masalah. Menggunakan AR untuk memindai sampul buku siswa mungkin mendapat gambaran singkat tentang sebuah buku dan memutuskan apakah mereka memerlukannya atau tidak.

 

Ekonomi dan Revolusi Industri 4.0

 

Dalam sejarah panjang uang, manusia telah banyak merubah instrument dari transaksi dan pembayaran. Dari mulai menggunakan koin emas/perak, menukarkan dengan barang yang berharga sama(barter) Menggunakan uang kertas, dan juga e money.

Bantuan dan efisiensi yang didapatkan dari teknologi modern terus dilakukan penggalian dan pengembangan agar mampu menolong manusia dalam mengelola dan mengatur tugas sehari-hari. Selain itu, Bantuan dari teknologi bertujuan untuk menambah, meningkatkan, atau memperbaiki kemampuan kognitif dan fisik manusia dalam upaya menyederhanakannya tugas sehari-hari. Dengan kata lain Kemajuan dari hadirnya tekonologi berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup dan dan meningkatkan keamanan. Dengan melihat jendela lain, berkembangnya teknologi membutuhkan data sehingga informasi pribadi manusia terekam pada suatu system dan membuat manusa memilki ketergantungan terhadap system tersebut. Awal tahun 2016, Malaysia menerapkan konsep bitcoin dan cashless. Berdasarkan blueprint finansial Malaysia pada tahun 2020 masyarakat Malaysia akan mulai memiliki sebuah kebiasaan baru yaitu “Masyarakat tanpa uang”. Konsep pembayaran akan menjadi mobile wallet. Walaupun, transaksi cashless di Malaysia masih dalam masa pertumbuhan. Jika dibandingkan dengan negara tetangga yaitu singapura.

 

 

 

Rezzy Eko Caraka

Kajian Issue Strategis dan Penelitian

PPI-Malaysia

 

MSc(Research) School of Mathematical Sciences, FST, The National University of Malaysia

Awards,Research University Grant (GUP 2017-118)

 

Doctor of Philosophy (PhD), Statistics, Universiti Putra Malaysia

IGRF (International Graduate Research Fellowship)

www.rezzyekocaraka.com

 

(Rezzy/Intan)

Terhangat

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram