Sumbangan Tulisan Ilham Fadhillah Amka - 04 Mei 2018
 Sumber: Jaringan Pemberitaan Pemerintah jpp.go.id/__srct/040251034c86faf43c86c84e84be467b/314818/edaf604631ebee1b02c2a7a4dc00a68f.jpg  Hadirnya revolusi industri keempat merupakan salah satu sebab munculnya pro dan kontra di antara masyarakat Indonesia khususnya. Bagaimana tidak, tentu diperkirakan dengan melonjaknya usia produktif pada populasi di Indonesia, akan sangat mempengaruhi bagaimana masyarakat Indonesia yang memiliki usia produktif dapat memaksimalkan kinerjanya dalam kehidupan sehari-hari dan mampu beradaptasi dengan berbagai revolusi yang terjadi pada dunia masa kini. Sebelum membahas revolusi industri keempat dan apa kaitannya dengan Indonesia dimasa yang akan datang, ada baiknya kita sedikit melihat kembali sejarah berkembangnya revolusi industri dari masa ke masa. Revolusi industri yang pertama pada tahun 1780 ditandai dengan munculnya mesin-mesin dengan menggunakan tenaga uap yang berbahan bakar kayu dan batu bara. Indonesia pada masa itu masih dikenal
Sumbangan Tulisan Hidayat - 19 April 2018
Hidayat  Divisi Keilmuan PPI Universiti Malaya The Government of Indonesia continually strives to increase the frequency, productivity, and welfare of the people who become Indonesian Migrant Workers (TKI) through various policy programs. Nowadays, the students who are from University of Malaya discussed the welfare of Indonesian Migrant Workers in Malaysia. There are several arguments which they proposed in the group of discussion forum. Numerous problems are from the people itself, the government policy, and the agency. However, the students also provide some possible opinions which they thought it will solve the problems of Indonesian Migrant Workers in Malaysia. On the one hand, there are a number of problems to be highlighted as the possible reasons of Indonesian Migrant Workers. Corruption as the first reason, many cases related to corruption in the implementation and the field, it is ranging from recruitment, document creation, placement, until the crossing back. In ad
Sumbangan Tulisan Rezzy Eko Caraka - 19 Maret 2018
Sifat manusia yang tidak puas dan kebutuhan yang terus meningkat. 2 faktor socio-economy tersebut berperan penting dalam berubahnya peradaban manusia. Diantara dari kita tidak asing dengan Namanya “Revolusi Industri” pada beberapa literature revolusi industri terjadi akibat dari berubah secara signifikan kehidupan manusia yang disebabkan oleh berkembangnya industri. Tercatat, sudah terjadi 4 revolusi industri mulai awal abad ke-18 dan abad ke 20. Sejarah revolusi industri dapat dilihat pada gambar dibawah ini   Pada beberapa negara konsep Revolusi Industri 4.0 sudah tidak asing lagi. Seperti, jika seseorang ingin membeli makanan hanya memesan via telfon dan kemudian pemilik jasa makanan tersebut akan mengantar pesanan kita dengan bantuan sebuah drone. Begitu juga dengan konsep Internet of Things (IoT) dengan hadirnya waze dan googlemaps yang memudahkan user dalam mengarahkan arah dan tujuan dengan tingkat error salah alamat yang sangat kecil.    &nb
Sumbangan Tulisan Afifah Dinar - 09 Maret 2018
Foto saat menghadiri Simposium   Menapakkan kaki untuk pertama kali di bumi Ali Jinnah, Pakistan. Sungguh pengalaman yang akan terus diingat dan diceritakan untuk anak cucu kelak.  Tahun ini simposium Timur Tengah dan Afrika  diselenggarakan di Islamabad Pakistan, 1 maret – 5 maret.  Acara yang bertemakan “Membumikan Nilai Islam dalam Praktik Bisnis Modern di Indonesia” ini  dihadiri oleh beberapa pakar ekonomi dari Indonesia. Seperti, Muhammad Syafi’i Antonio, Andreas Senjaya dan Bambang Suherman. Serta Pakar ekonomi dari Pakistan, Dr.Atiq uz Zafar.  Hasil dari  diskusi panel selama 3 hari ini akan  melahirkan pemikiran akademis bagi pengembangan dan penguatan pengkajian terhadap teori dan aplikasi sistem ekonomi islam pada praktik bisnis modern di Indonesia.  Acara hari pertama dibuka dengan “City Tour of Islamabad” agar para delegasi lebih akrab dan mengenal sedikit tentang culture di Pakistan.
Sumbangan Tulisan Hani Adhani - 27 Februari 2018
Sejarah Indonesia sejak pra-kemerdekaan hingga saat ini di era reformasi, tidak akan terlepas dari perjuangan para pemuda dan juga mahasiswa. Kita mugkin sudah sering membaca dalam buku sejarah bagaimana para pemuda dan juga mahasiswa berjuang membela rakyat. Perjuangan pemuda dan mahasiswa yang secara konsisten dan terus menerus berjuang membela rakyat, seolah-olah menjadi bagian wajib yang harus selalu ada dalam upaya untuk terus menggalang kekuatan bersama rakyat dan berjalan beriringan mengawal tegaknya keadilan bagi rakyat Indonesia. Yang paling dekat dan mudah diingat adalah bagaimana perjuangan mahasiswa sebagai “agent of change” dalam menegakan keadilan bersama rakyat yaitu pada saat peristiwa Reformasi Tahun 1998. Pada saat itu kekuatan mahasiswa begitu “dahsyat” sehingga dapat menumbangkan rezim otoriter yang telah berkuasa selama 32 tahun dan menghasilkan era reformasi yang saat ini kita nikmati bersama. Kini setelah masuk era reformasi, maka perjuan
Sumbangan Tulisan Hani Adhani - 05 Februari 2018
Explore Malaysia dengan Kendaraan atau Mobil (Kereta) Pribadi Kartu Touch n Go saat membayar di Plaza Tol Malaysia sebagai negara yang serumpun dan juga negara tetangga Indonesia menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia untuk berlibur dan juga shopping. Hampir sekitar 10 ribu orang wisatawan asal Indonesia setiap minggu datang ke Malaysia dan destinasi kota favorit adalah Kuala Lumpur dan Penang. Dengan jarak penerbangan yang dekat dan tiket yang murah maka kedatangan wisatawan Indonesia ke Malaysia bukan hanya sekali atau dua kali malah mungkin sampai berkali-kali.   Biasanya wisatawan asal Indonesia yang pertama datang ke Malaysia akan menggunakan jasa biro travel untuk memudahkan perjalanannya, namun setelah mendapatkan pengalaman pertama dari biro travel akhirnya kedatangan berikutnya pasti wisatawan tersebut mulai mandiri dan sudah berani menjadi backpacker traveler.    Keberanian itu muncul karena melihat banyaknya kemudahan saat d
Sumbangan Tulisan masduki - 02 September 2017
Gambar : Ilustrasi Anjalai tumbuah dimunggu, sugi-sugi dirumpun padi. Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi. Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak. Habih tahun baganti musim sandi jo adaik jan dianjak. --- Alm. Angku Idris Hakimy Datuak rajo Panghulu ---               Perubahan cara berpikir seiring dengan kemajuan zaman. Serentak sebagai wujud dari keniscayaan. Mutlak dan tak bisa dipisahkan. Menjejali segala ihwal di muka bumi. Menjadi sublimasi untuk kehidupan. Ada patokan sehingga menjadi tolok ukur.             Ada sesuatu yang mencengkeram pikiran kita sebagai entitas kultur. Hal itu mengundang pertanyaan yang jawabannya tak sesuai dengan realitas. Apa perubahan cara berpikir kita mutlak meniru Barat selayaknya bangsa penjiplak? Tentu jawabannya ‘tidak’. Namun nyatanya, yang timbul dipermukaan mencerminkan itu. Ide

Terhangat

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram