Kajian Isu Strategis Aysha Vio F.H.Christvany Islamwell - 05 Maret 2019 194

Perbedaan pendapat tentang ajaran agama Islam seperti perkara yang akan memecah belah umat Islam menjadi golongan, firkah, mazhab dll. Sudah ada bahkan di zaman ketikaNabi Muhammad SAW masih hidup. Dikarenakan perbedaan di kalangan sahabat dalam memahami perkataan firman Al-Qur’an dan perkataan Nabi SAW pada hadits. Hal ini dikarenakan perbedaan :

  1. Tingkat keilmuan,
  2. Tingkat kecerdasan,
  3. Tingkat pemahaman,
  4. Tingkat pola pikir,
  5. Kesempatan untuk mendapat ilmu,
  6. Kesempatan untuk belajar,
  7. Kesempatan untuk mendapat informasi yang tepat,
  8. Kesempatan untuk mendapat guru yang tepat,
  9. Perbedaan letak geografi yang berjauhan,
  10. Perbedaan anthropology seperti suku, dialek, bahasa, adat, budaya,dan
  11. Perbedaan kepentingan seperti politik, exclusifitas rasisme dan fasisme, dan banyak lagi.

Contoh perpecahan di zaman Nabi Muhammad SAW ketika masih hidup:

  1. Pertentangan dalam menghadapi puluhan peperangan, seperti Hudaibiyah, Badar, Khandaq dll,
  2. Pertentangan tentang penyatuan Muhajirin dan Ansor dalam ikatan persaudaraan dan pernikahan,
  3. Pertentangan tentang persatuan antar umat agama Islam, Nasrani dan Yahudi dalamTraktat Madinah,
  4. Pertentangan Wahyu yang berkata bahwa dia nabi baru, seperti Musailamah,
  5. Pertentangan ketika Nabi Muhammad SAW memerintahkan pembakaran seluruh naskah hadits demi pemurnian naskah Al-Quran, karena menurut pemikiran mereka perbuatan Nabi SAW itu menjadi sumber utama perpecahan umat Islam menjadi berbagai golongan, firkah, mazhab, toriqot dll.Padahal bila perbuatan Nabi SAW itu salah, Allah SWT pasti sudah menegur. Seperti teguran Allah kepada Nabi SAW dalam Al-Quran surat ‘Abasa, hanya karena Nabi SAW bermuka masam kepada orang buta. Jadi bila ada manusia, yang berani mengritisi ulah Nabi SAW membakar naskah hadits, bisa dipastikan dia lebih hebat dari Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Perpecahan setelah Nabi Muhammad SAW wafat di zaman sahabat :

  1. Umar bin Khattab menghapus usaha sahabat penghafal Al-Quran untuk mengajarkan Al-Quran diluar bahasa dan dialek Quraisy,
  2. Politik dan kudeta Wahabi Ar-RustumiAl-Khawarij, (ini gerakan Wahabi I dan bukan gerakan Wahabi II olehMuhammad bin Abdul Wahab di abad ke 19 Masehi). Gerakan Wahabi I berhasil membunuh Kahlifah Utsman bin Affan. Orang banyak belum mengerti perbedaan gerakan Wahabi I dan Wahabi II,dan
  3. Gerakan eksklusifitas rasis fasis (seperti gerakan ras Arya Hitler)Ahlul Bait (nanti menjadi Syiah, Habaib, Syarifah)yang melakukan peperangan dengan golongan Aisyah istri Nabi SAW. Dengan menyatakan kepemimpinan umat Islam harus dan wajib hanya dipegang oleh keturunan Nabi SAW saja, ras terbaik dunia. Mereka menolak sabda Nabi SAW dalam hadits shahih bahwa nasab Nabi SAW akan dihitung dari pihak wanita, dan tak ada cucu Nabi SAW berkelamin wanita dari Wanita satu-satunya anak Nabi SAW, Fatimah Az-Zahra, dsb.

Perpecahan di jaman Tabiin dan Tabiuttabiin:

  1. Ketika usaha pengumpulan dan pencatatan hadits Nabi SAW dimulai lagi di abad ke-2 Hijriyah, hadits sudah menjadi rancu dan kacau, karena sudah tercampur dengan ulah musuh Nabi SAW yang membuat ratusan ribu hadits palsu. Hadits yang dibuat oleh orang Israel (hadits Israiliyat)atau hadits buatan orang dari tempat yang lain,
  2. Para pengumpul hadits(imam-imam firkah, imam-imam mazhab) hampir semua berbudaya dan berbahasa diluar bahasa dan budaya Quraisy. Sehingga banyak ditemui hadits Nabi SAW yang seolah-olah Nabi SAWmalahberbicara diluar bahasa Quraisy,
  3. Para pengumpul hadits belum mempunyai ilmu sistem penyaringan hadits yang mumpuni sebelumBukhari dan Muslim menemukan sistematika penyaringan hadits yang menghasilkan 99,99% hadits shahih tak bercela. Sedangkan seluruh imam-imam firkah dan imam-imam mazhab lahir sebelum ilmu ini ada. Sehingga firkah, mazhab dan golongan mereka hanya berdiri pada dasar yang tak dapat sepenuhnya dipercaya.Diperparah dengan ulah 90% penganut firkah, mazhab dan golongan tidak mau belajar hadits Bukhori Muslim dengan alasan Cultus Individu kepada pemimpin patriarki mereka, dan
  4. Pertentangan antar ilmuwan karena bidang ilmu yang dipelajari.

Di zaman informatika ini sebaiknya semua umat Islam hendaknya belajar dengan hati terbuka. Segala informasi dapat dengan mudah diakses, konfirmasi pun dapat dengan mudah diuji. Mengingat segala kekurangan pendahulu kitayang secara tidak sengaja telah memecah belah umat Islam menjadi beberapa firkah, mazhab, dan golongan yang saling bunuh. Sebaiknya kita kembali mempersatukan umat Islam seperti sedia kala di jaman Nabi Muhammad SAW, dizaman Al-Quran dan Al-Hadits diterjemahkan di dalam bahasa, dialek dan budaya Quraisy.Bahasa, dialek, dan budaya Quraisy dalam antropologi Quraisy untuk keperluan penerjemahan Al-Quran dan Al-Hadits dapat menjadi kunci usaha penyatuan umat Islam tanpa perbedaan firkah, mazhab dan golongan. Sedangkan sumber penerjemahan adalah sumber yang tak terbantahkan ke-mutawattir-annya, Al-Quranul Kariem dan Al-Haditsul Bukhari wa Muslim.

Akan tetapi, walaupun berbeda-beda madzhab ataupun rujukan yang kita aplikasikan dalam hidup, poin pentingnya ialah, jangan sampai ajaran yang kita “anut”, pandangan madzhab yang kita ikuti lari dari sumber pegangan hidup kita yang utama, yaitu Al-Quran dan Al-Hadist (Shohih). Siap menerima pendapat, pertahankan aqidah dan hargai setiap kepercayaan orang lain. Dakwah itu wajib, tapi kita juga harus mengetahui kepada siapa dan situasi tepat untuk kita berdakwah, supaya tepat pada sasaran dan tidak menyesatkan. Demikian beberapa uraian yang mampu saya utarakan disini, semoga selalu berada di jalan yang lurus dan segala pembenaran akan saya terima dengan sebaik mungkin. Sebab, segala kekurangan dan tempat salah ialah pada manusia dan hanya Allah-lah pemilik segala kebenaran. Mohon maaf apabila terdapatbanyak kesalahan, semoga kita bisa meningkatkan ibadah dan pengetahuan tentang agama Islam dengan baik.

 

Terhangat