Kajian Isu Strategis Hidayat - 08 April 2019
Teknologi menjadi bahan yang penting dan selalu ada dalam formula kehidupan modern, sehingga menimbulkan pertanyaan: Apa artinya teknologi bagi kita sebagai manusia? Haruskah kita merasa terancam oleh masa depan. Masa depan di mana kemajuan teknologi berarti pekerjaan tertentu akan hilang dan konsep “realitas” kita menjadi miring saat kita secara bertahap lebih bergantung pada sistem cerdas dan menguntungkan bagi dunia virtual? Atau, Haruskah kita bersyukur bisa hidup di dunia di mana perjalanan, komunikasi, perbankan, dan kesehatan, dll. yang semuanya telah ditingkatkan berkat teknologi? Jawabannya: mungkin sedikit dari keduanya.   Teknologi meningkatkan pengalaman manusia dan dunia yang ideal, tidak membuat kita takut akan masa depan. Ini seharusnya membuat kehidupan pada dasarnya “lebih mudah”, tetapi tentu saja konsep semacam itu sangat subyektif. Terlebih lagi, teknologi dapat digunakan untuk “baik” atau “buruk”, apakah it
Kajian Isu Strategis Arviyan Arifin, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk - 07 April 2019
  Setelah 25 tahun bergelut di dunia perbankan, 15 tahun di antaranya sebagai direktur, akhirnya saya pensiun tahun 2014. Posisi terakhir saya sebagai Direktur Utama Bank Muamalat. Dua tahun berselang, yakni April 2016, saya diminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk kembali duduk sebagai Dirut. Tapi kali ini bukan di dunia perbankan, melainkan di industri batubara, tepatnya di PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Selama 28 tahun berkarier, saya berupaya memegang prinsip-prinsip dalam bekerja. Prinsip tersebut, pertama, saya yakin bahwa fokus adalah syarat untuk meraih kesuksesan. Kedua, fokus itu harus didukung dengan kesungguhan. Kemudian, ketiga, kesungguhan harus dilengkapi dengan kemampuan untuk cepat beradaptasi. Tidak kalah pentingnya, saya percaya pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan bisnis maupun bekerja. Sebab integritas itu menjamin profesionalitas. Bagi saya, muara atas semua itu adalah bekerja harus ikhlas. Sebab bekerja bagian dari ibadah. Ibadah ha
Kajian Isu Strategis Mega Setya Indriani - 07 April 2019
  Semua manusia memasuki pintu gerbang kehidupan melalui perempuan. Ketika kali pertama menginjakkan kaki di dunia, setiap dari kita pula dibimbing oleh insan bernama perempuan. Karena dalam diri setiap perempuan terdapat sifat cinta kasih dan memberi tanpa pamrih. Membicarakan soal perempuan dari segala penjuru dunia tentunya memiliki adat atau kebiasaan yang berbeda-beda. Ada yang mengekangnya teramat erat. Tubuhnya dipenjara, karena takut mengundang nafsu lelaki. Namun, peradaban lain menelanjanginya, keindahan ragawinya dijadikan pertunjukan murahan sebagai objek kepuasan kaum lelaki. Pada zaman dahulu pula di Indonesia. Perempuan tidak diberikan kesempatan untuk menilik pendidikan, merasakan kegiatan belajar dan mengajar. Karena pada ketika itu perempuan dan kecerdasan dianggap sebagai sumber pemberontakan yang dapat mengganggu harmoni masyarakat.   Perempuan, dalam kata lain wanita. Dari sudut filosofi Jawa, kata wanita terbentuk dari dua kata bahasa jawa (kerata b
Kajian Isu Strategis COSMAS BATUBARA - 23 Maret 2019
Perubahan dari seorang birokrat menjadi profesional swasta merupakan hal biasa. Saya terbiasa dengan perubahan. Waktu mahasiswa jadi pemimpin gerakan. Kemudian menjadi anggota DPR, masuk partai dan menjadi menteri, serta terjun ke dunia bisnis. Kuncinya, kita harus mau belajar, banyak bertanya, mendalami sehingga kita bisa mengambil peran di situ. Kita tidak boleh bersikap seolah-olah paling pintar.   Oleh karena itu, saya selalu belajar setiap ada perubahan. Misalnya sebagai komisaris. Menurut aturan, apa saja  tugas komisaris. Saya juga bergabung dengan asosiasi komisaris independen. Di situ belajar tugas komite audit, apa tugas dari pada internal audit, tugas komisaris dan lain sebagainya. Meski mantan birokrat, kita juga harus tahu diri ketika berada di dalam dunia swasta. Waktu mau menghadap walikota, misalnya, saya datang setengah jam sebelum acara. Dulu saya memang menteri, tapi sekarang bukan lagi. Sehingga tidak boleh merasa lebih tinggi. Saya berusaha menempa
Kajian Isu Strategis Weri Novita - 17 Maret 2019
  Salah satu pengalaman paling tidak menyenagkan sebagai founder startup adalah kurangnyakemampuanmengatur karyawan yang melakukantindakandisorganisasi. Eits, ngomong-ngomongapa sih disorganisasi itu? Jadi, disorganisasi adalah semacam adanya “perubahan” yang terjadi di perusahaan, sehingga membuat karyawan yang berada di lingkungan tersebutmenjadi frustasi dan kesal. Sebagai contoh, apakah kalian pernah mengalami kondisi ketika ingin pulang kerumah, lalu terdapat meeting penting di luar jam kerja yang tidak bisa dihindari? Sehingga tidakadapilihan lain, mau tidak mau kamu harus mengikuti meeting dan tidak bisa balik ke rumah sesuai yang diinginkan. Mungkin sulit untuk kita bisa mengerti bahwa setiap orang itu berbeda. Kita tidak bisa menuntut hal yang sama sesuai dengan apa yang kita mau, kalau dari awal kita tidak mengambil bagian guna mengatasi perbedaan itu. Ketahuilah bahwa mengatasi masalah adalah tantangan yang sering kali perlu kita lakukan untuk menginga
Kajian Isu Strategis Reza Ahmad Nugroho - 08 Maret 2019
Indonesia akan segera melaksanakan hajatan besarnya pada tahun 2019 ini. Pemilu akan dilaksanakan pada bulan April 2019. Berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu tahun ini adalah pemilu serentak pertama dimana pemilu tidak hanya memilih presiden juga memilih anggota legislatif. Agenda se-Akbar ini akan berpotensi menghadapi banyak sekali tantangan. Salah satu tantangan yang mungkin akan berdampak besar adalah serangan siber. Serangan siber atau serangan hacker dapat berpotensi menghambat, mempengaruhi atau bahkan mengacaukan pemilu 2019. Serangan siber atau Cyberattack merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan upaya-upaya merusak, merubah, atau mencuri sebuah data didalam sistem atau komputer. Seiring perkembangan teknologi diversitas serangan siber juga berkembang menjadi beragam dan lebih merugikan. Serangan-serangan yang sedang marak sekarang merupakan serangan-serangan yang menggunakan konsep social-engineer dimana serangan tersebut memanfaatkan kelengahan man
Kajian Isu Strategis Aysha Vio F.H.Christvany Islamwell - 05 Maret 2019
Perbedaan pendapat tentang ajaran agama Islam seperti perkara yang akan memecah belah umat Islam menjadi golongan, firkah, mazhab dll. Sudah ada bahkan di zaman ketikaNabi Muhammad SAW masih hidup. Dikarenakan perbedaan di kalangan sahabat dalam memahami perkataan firman Al-Qur’an dan perkataan Nabi SAW pada hadits. Hal ini dikarenakan perbedaan : Tingkat keilmuan, Tingkat kecerdasan, Tingkat pemahaman, Tingkat pola pikir, Kesempatan untuk mendapat ilmu, Kesempatan untuk belajar, Kesempatan untuk mendapat informasi yang tepat, Kesempatan untuk mendapat guru yang tepat, Perbedaan letak geografi yang berjauhan, Perbedaan anthropology seperti suku, dialek, bahasa, adat, budaya,dan Perbedaan kepentingan seperti politik, exclusifitas rasisme dan fasisme, dan banyak lagi. Contoh perpecahan di zaman Nabi Muhammad SAW ketika masih hidup: Pertentangan dalam menghadapi puluhan peperangan, seperti Hudaibiyah, Badar, Khandaq dll, Pertentangan tentang penyatuan Muhajirin
Kajian Isu Strategis Okky Avianti - 09 Juni 2018
By: Okky Avianti Bachelor of Psychological Science and Business, Monash University   Examining Factors Behind False Memories and its Impact on Our Lives. Memory is a crucial part of an individual’s life. Individuals need to recall their memory in order to normally function in their day-to-day activities. However, individuals tend to make errors when they are learning or trying to receive information back from their memory. Those errors often include misremembering details of a particular event or even unknowingly recalling an entire event that never happened, which can be referred as false memories. Hence, false memories are considered as semantic or autobiographic memories that are imagined or have never happened (Mendez & Fras, 2011). Understanding false memories can be crucial, as it could give insight on individual’s unconscious processes and mechanisms of memory (Frenda, Nichols, & Loftus, 2011). Before discussing how false memories could impact our