Berita Acara Admin - 12 Mei 2017 321


Sejarah baru ditorehkan kontingen UTKL dalam ajang perlombaan festival budaya di Pulau Pinang yang diadakan di Straits Quay Event Hall pada 19/2/2017 jam 09:00 – selesai. Festival yang mengusung tema ‘’Indonesia Gemar Berbudaya’’ dan slogan ‘’Kreatifitas tanpa batas bersama UT Pokjar Penang dihadiri oleh sekitar 600 partisipan yang terdiri dari mahasiswa Universitas terbuka se Malaysia,para Pekerja Indonesia dan Masyarakat setempat. Tidak ketinggalan Prof.Dr.Ir.Ari Purbayanto, m.Sc. Atikbud KBRI KL dan kepala UPBJJ Batam, Drh. Ismed Sawir, M.Sc juga hadir untuk memeriahkan acara tersebut.

Acara dibuka langsung oleh Konjen RI Penang, Iwanshah Wibisono. Tidak lama berselang acara festival budaya dimulai dengan perlombaan fashion show,puisi, tarian modern dan tradisional. Banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut menambah meriah suasana, sorakan penonton menambah gemuruh gema suara ketika perwakilan mereka melakukan persembahan.

Kontingen UTKL yang mengirimkan sejumlah wakilnya dalam berbagai cabang dalam acara tersebut mendapat durian runtuh. Mereka meyapu bersih semua gelar juara dalam lomba Puisi dengan menempatkan Jumailina Dewi sebagai juara pertama dan diikuti Nola Sesriani dan Aida Akhyar sebagai juara kedua dan ketiga. Fitri dengan tari Meraknya menyabet juara Pertama diikuti Grup tari Gadih Minang yang merebut juara kedua dalam katagori tari tradisonal. Dalam katagori couple fashion show baju adat,pasangan Imam syafi’I dan Wika Nila Amdina meraih juara kedua. Lagi-lagi wakil UTKL menempatkan satu wakilnya dalam katagori hijaber Fashion Detia Trinanda Purba yang mendapatkan juara ketiga.

Torehan prestasi tersebut telah membayar lunas kerja keras dan usaha mereka yang telah berkomitmen menampilkan persembahan terbaik dalam festival akbar ini. Sambutan hangat dan rasa kekeluargaan yang ditunjukkan para Mahasiswa UT Penang selaku tuan rumah sekaligus Panitia melengkapkan kebahagiaan mereka selama acara berlangsung.

Acara yang dibalut silaturahmi antar Mahasiwa UT se Malaysia ini telah menjadi suatu pesan, bahwa status buruh migran bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu dan berkreasi. Justru hal tersebut menjadi motivasi bagi sesama warga Indonesia di Tanah rantau bahwa status tersebut telah memaksa mereka untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam berkreasi.

Recent News

Terhangat

Merchandise

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram