Berita Acara - 31 Agustus 2017 282
SEA Games Kuala Lumpur yang diikuti 6000-an atlet dan melibatkan 13000 volunteer, Rabu malam waktu malaysia resmi ditutup. Acara penutupan yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil berlangsung meriah dan dihiasi pertunjukan lampu dan sinar laser yang spektakuler. Rangkaian acara diawali dengan defile atlet negara-negara peserta dan volunteer SEA Games yang dimana Malaysia maju terlebih dahulu.

SEA Games 2017 itu sendiri secara resmi ditutup oleh perdana menteri malaysia, YAB Dato Sri Najib Tun Razak. Perdana menteri Malaysia menyatakan, "Dengan ini saya nyatakan SEA Games resmi ditutup, dan sampai jumpa di Filipina dua tahun lagi," yang disambut tepukan ribuan penonton yang memadati Stadion Bukit Jalil.

Akhirnya, SEA Games edisi XXX/2019, atau dua tahun mendatang akan dilaksanakan di negara Filipina.

Penutupan ditandai dengan penurunan bendera SEA Games. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera SEA Games dari perwakilan Malaysia kepada perwakilan Filipina. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan video promosi Filipina sebagai tuan rumah SEA Games 2019.

Lebih dari empat jam acara penutupan berlangsung meriah dan spektakuler. Pertunjukan sinar laser juga dipamerkan negeri jiran tersebut didalam dan luar stadion menambah gegap gempita penutupan tersebut. Dengan begitu
, Malaysia sukses menjadi penyelenggara ajang dua tahunan tersebut sekaligus menjadi juara umum dengan raihan 145 keping medali emas dan total mencapai 400 medali.
 
Sementara bagi Indonesia sendiri, perhelatan SEA Games boleh jadi yang terburuk sepanjang sejarah keikut sertaannya dalam even dua tahunan ini. Bagaimana tidak, Indonesia hanya mampu meraih 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu dan harus tercecer keposisi lima.
 
Kegagalan ini juga banyak disebabkan oleh banyaknya cabang olahraga yang gagal meraih medali atau mencapai target yang telah ditentukan. Sebagai contoh seperti kegagalan cabor bulu tangkis dalam mempertahankan tradisi yang selalu menjadi juara umum dalam event dua tahunan tersebut dan diperparah dengan berkurangnya medali dari cabang bulu tangkis.
 
Tidak dipungkiri bahwa banyaknya event yang bertabrakan dengan SEA Games membuat Indonesia tidak bisa mengirimkan atlet terbaiknya. Selain itu juga, persiapan yang kurang matang menyebabkan atlet tidak bisa mengeluarkan performa terbaik.
 
Melihat kegagalan SEA Games Kuala Lumpur 2017 membuat Indonesia dalam posisi panik. Bagaimana tidak, raihan yang diperoleh oleh kontingen Indonesia di SEA Games sangat jauh dari target. Dari 55 emas yang ditargetkan hanya 38 emas berhasil diraih emas. Catatan ini merupakan catatan real untuk melihat sejauh mana atlet Indonesia siap untuk Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
 
Berkaca dari Asian Games incheon 2014 dimana Indonesia meraih 4 emas, 5 perak, dan 11 perunggu membuat Indonesia duduk diposisi 17.  Namun, prestasi Indonesia sebelum ajang Asian Games 2014 yakni di SEA Games myanmar 2013 adalah peringkat ke empat dengan 65 emas, 84 perak 111 perunggu. Ini membuktikan bahwa dengan 65 emas saja kita hanya mampu meraih 4 emas dan itu juga disumbang cabang bulu tangkis, wushu dan atletik. Akan tetapi, hal ini sebenarnya juga tidak ada pengaruh bagi kontingen Indonesia, hanya sebuah gambaran untuk meningkatkan motivasi para atlet Indonesia.
 
Moment Asian Games Jakarta-Palembang 2018 memang harus dipersiapkan sedini mungkin untuk mencegah kegagalan seperti di Kuala Lumpur ini terjadi lagi. Persiapan tentunya tidak hanya dipergelarannya saja namun juga dalam evaluasi hasil sekarang dan prestasi atlet juga perlu ditingkatkan mengingat waktu event sebesar Asian Games hanya kurang dari satu tahun. (doni/fasya)

Recent News

Terhangat

Merchandise

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram