Berita Acara Axel Rizkiya - 28 September 2019 82

Kuala Lumpur (23/09) Sebanyak 150 pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di Malaysia khususnya di bagian Kuala Lumpur pada hari Senin, berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur di Jalan Tun Razak, dalam rangka memeriahkan acara yang digelar oleh Departemen HuVoks dari Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM). Sarasehan yang berarti sebuah pertemuan yang dilaksanakan untuk mendengarkan pendapat seseorang yang ahli dalam bidang tertentu ini, sukses dilaksanakan dari pukul 8.30 sampai dengan 15.30. Acara yang baru pertama kali diadakan di Malaysia ini dihadiri oleh beberapa tamu penting yang memberikan sambutan, diantaranya wakil ketua MPR RI, Bapak H. Ahmad Muzani, Anggota DPR RI, Ibu Rahayu Saraswati, dan juga perwakilan dari KBRI Malaysia, Bapak Agus Badrul Jamal. Acara yang bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para Pekerja Migran Indonesia mengenai hak-haknya sebagai seorang pekerja di Malaysia, menhadirkan para ahli untuk menyampaikan tujuan dari acara sarasehan sendiri. Sesi pertama yang diisi oleh Advokat Malaysia, Bapak Yasin Anwar, menjelaskan tentang Polis dan Hak-Hak para pekerja. Dalam sesi ini, Bapak Yasin menekankan agar para pekerja mengerti betul hak-hak mereka dalam upaya pencegahan apabila menghadapi masalah hokum di Malaysia. Dilanjutkan dengan sesi kedua yang membahas tentang tugas atase hukum dalam memperjuangkan kepastian hukum bagi warga negara Indonesia di luar negeri. Dalam diskusi ini, Bapak Yusron Ambary selaku Konsuler KBRI menyampaikan tugas pokok atase hukum yaitu perlindungan WNI dalam hal kewarganeraan dan pendampingan dalam proses hukum yang memerlukan penanganan khusus. Karena masih banyak WNI yang masih kurang mengerti akan perlindungan hukum yang mereka dapatkan selama mencari nafkah di luar negeri. Sesi terakhir yang ditutup oleh Atase Hukum KBRI, Bapak Sumarsono yang mengangkat tema “KBRI Kuala Lumpur Jaman Now”. Dalam presentasinya, bapak Sumarsono menegaskan bahwa KBRI Kuala Lumpur akan menekankan Pelayanan dan Perlindungan sesuai dengan motto-nya sendiri yaitu “Kepedulian dan Keberpihakan”. Para peserta sangat antusias mengikuti segala rangkaian acara yang ada.

 

 

Terlihat banyaknya pertanyaan yang dilontarkan dalam sesi tanya jawab sebagai penutup, dan semua pertanyaan berhasil dijawab oleh para Narasumber yang hadir. Program yang baru pertama kali diselanggarakan ini rencananya akan diadakan setiap tahunnya agar para pekerja migran Indonesia terus mengetahui perkembangan informasi terbaru.