Berita Hani Adhani - 26 Juli 2018 162

Malaysia sebagai negara yang terdekat dengan Indonesia memiliki banyak nilai plus yang menjadikan Malaysia khususnya Kuala Lumpur layak untuk menjadi host Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia Se-Dunia ke 11 tahun 2019.

Beberapa nilai plus yang dimiliki oleh Malaysia sehingga layak untuk menjadi host SI PPI Dunia 2019 diantaranya adalah Malaysia memiliki jumlah mahasiswa dan pekerja migran Indonesia terbanyak di dunia, bebas visa, menggunakan bahasa Indonesia, transportasi publik yang modern dan terintegrasi, aman serta dengan akomodasi yang terjangkau.
Selain itu, Malaysia juga menjadi salah satu destinasi favorit para wisatawan di seluruh dunia dengan tagline "Malaysia Truly Asia".
Paparan tersebut disampaikan oleh delegasi Malaysia yang terdiri atas Ciptro dan Hafiz, sebagai wakil ketua PPI Malaysia dalam acara SI PPI Dunia di Moskow diselenggarakan oleh PPI Rusia mulai dari tanggal 23 Juli s.d. 27 Juli 2018.

Dalam acara simposium yang menghadirkan keynote speaker Kapolri dan Wakil Ketua MPR tersebut, selain agenda simposium yang menghadirkan para narasumber ternama dari Indonesia juga diisi oleh acara internal kongres Internasional PPI Dunia dengan agenda memilih koordinator PPI Dunia, amandemen AD ART PPI Dunia dan pemilihan host SI PPI Dunia tahun 2019.

Dalam sidang pleno kongres PPI Dunia yang dipimpin presidium sidang Hani Adhani (PPI Malaysia) Erik Tenda (PPI UK) dan Ghiffari (PPI Iran) telah menghasilkan beberapa keputusan penting yaitu :
- Penetapan anggota baru PPI Dunia yaitu Azerbaijan, Aljazair dan Cuba.
- Diterimanya laporan pertanggungjawaban Koordinator PPI Dunia dan Dewan Presidium PPI Dunia periode 2017-2018.
- Amandemen AD ART PPI Dunia.
- Terpilihnya saudara Fadjar Mulya dari PPI Thailand sebagai koordinator PPI Dunia periode 2018-2019
- Terpilihnya PPI Malaysia sebagai host SI PPI Dunia ke 11 tahun 2019.

Dalam rangkaian acara simposium tersebut juga diisi dengan diskusi panel dengan topik topik hangat yang diikuti oleh seluruh delegasi yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam membuat program kerja kordinator dan dewan presidium PPI Dunia periode 2018-2019 serta akan menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah dan juga para stake holder di Indonesia.(Hani/Tirza)

Terhangat

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram