Berita Acara - 05 Agustus 2017 401

PPI Dunia adalah sebuah wadah yang menaungi PPI-PPI Negara, termasuk PPI Malaysia. Setiap tahun PPI Dunia rutin mengadakan simposium Internasional yang dilaksanakan di negara-negara yang berbeda, kebetulan untuk tahun ini dilaksanakan di United Kingdom berdasarkan keputusan sidang  Internasional tahun sebelumnya di Kairo, Mesir.


Kegiatan ini dipandang penting, karena selain sebagai ajang silaturahim dan diskusi konstrukstif bertukar gagasan antar PPI Negara, ada banyak hal lain yang dibahas disana, mulai dari AD/ART, sidang laporan pertanggungjawaban pengurus PPI Dunia yang akan selesai masa periodenya, pemilihan koordinator PPI Dunia dan kawasan, hingga proses perumusan resolusi yang akan menentukan kemana arah tuju organisasi besar ini akan dibawa selama satu periode kedepan.


Mengingat pentingnya agenda simposium Internasional PPI Dunia, dari tahun ke tahun PPI Malaysia selalu terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut melalui pengiriman delegasi. Untuk tahun ini, empat orang pengurus PPI Malaysia berangkat ke ajang tersebut, mereka berangkat ke simposium Internasional PPI Dunia yang ke 9 atas inisiatif pribadi delegasi dan atas undangan dari PPI Dunia melalui panitia.

Total ada empat orang pengurus PPI Malaysia yang berangkat, dua orang sebagai delegasi utama yakni ketua umum dan sekretaris jenderal, satu delegasi tambahan yaitu ketua 2, dan satu lagi delegasi dari tim Festival Luar Negeri (FELARI) PPI Dunia yang kebetulan juga merupakan pengurus PPI Malaysia sebagai koordinator Departemen Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat.

Satu delegasi utama berangkat dengan dana transportasi bantuan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur sebagai delegasi yang diprioritaskan, sedangkan satu lagi dana transportasi diperoleh dari usaha yang bersangkutan mencari sendiri dari eksternal ditambah dengan dana pribadi. Sedangkan untuk biaya akomodasi dan konsumsi selama acara ditanggung oleh panitia. Adapun delegasi tambahan dari PPI Malaysia dan delegasi FELARI berangkat atas inisiatif sendiri dengan biaya bantuan PPI Dunia pada tim FELARI mereka.

Kita tentunya sepakat bahwa setiap amanah yang dipikul harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab dan berdedikasi tinggi, terlebih amanah sebagai delegasi yang membawa nama baik pelajar Indonesia yang ada di Malaysia. Maka, delegasi kita fokus menjalankan tugas utamanya sebagai delegasi yakni ikut secara full kegiatan sidang dan simposium International PPI Dunia mulai dari tanggal 24-26 Juli 2017. Dan berdasarkan keinginan forum serta atas izin dari ketua umum PPI Malaysia selaku ketua tim delegasi, ketua 2 PPI Malaysia ditunjuk untuk menjadi presidium sidang mengawasi dan memimpin jalannya sidang. Sedangkan delegasi FELARI menjalankan tugasnya menjadi pembentang laporan pertanggungjawaban (LPJ) divisi FELARI PPI Dunia menggantikan koordinator tim FELARI yang berhalangan hadir karena masalah visa.

Kegiatan delegasi setelah tanggal 26 Juli 2017 merupakan agenda dan biaya pribadi masing-masing, tidak mewakili PPI Malaysia. Dalam hal ini, PPI Malaysia memberi kebebasan pada delegasi untuk mengatur jadwal dan keuangan mereka sendiri setelah tugas utama mereka sebagai delegasi selesai. Sebagai pelajar yang masih haus akan rasa ingin tau sudah pasti wajar bila keinginan untuk ekplorasi wawasan dan pertukaran budaya mendorong mereka untuk pergi ke tempat-tempat tertentu. Sekali lagi, asal tugas utama selesai dan semuanya atas beban dan tanggungjawab sendiri.

Sementara itu, berdasarkan paparan kinerja dan pencapaian dari pengurus PPI Dunia periode 2016-2017, kami melihat bahwa PPI Dunia telah menjalankan dengan baik tugas dan fungsinya selama satu periode terakhir, sehingga untuk LPJ kepengurusan PPI Dunia periode 2016-2017, PPI Malaysia menyatakan menerima tanpa syarat dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kemajuan-kemajuan yang telah banyak dicapai oleh organisasi tersebut selama satu periode kepengurusan, terutama dalam program-program yang memberi dampak positif terhadap kemajuan bangsa dan negara.

Kemudian terkait tuan rumah simposium Internasional PPI Dunia berikutnya, PPI Malaysia menerima dan mendukung Permira Rusia sebagai tuan rumah dengan mempertimbangkan kesiapan Permira Rusia, dan karena kenyataan bahwa tidak adanya PPI Negara lain yang menyatakan siap bersedia selain hanya Permira Rusia. Meskipun pada awalnya PPI Malaysia sempat menyatakan siap untuk menjadi tuan rumah perhelatan tersebut yang mana direncakana akan dilaksanakan di Indonesia dengan penanggungjawabnya PPI Malaysia, namun sekali lagi melihat persiapan teman-teman PPI Rusia yang sudah begitu matang mempersiapkan diri maka kita menyatakan mundur demi kesuksesan acara tersebut di tahun 2018 nanti. Dalam paparannya, teman-teman PPI Rusia dengan sangat rapi menyusun segala perencanaan mereka, mulai dukungan dari kedutaan, dukungan dari semua elemen PPI disana, hingga kesiapan kalkulasi anggaran dan gambaran kemudahan birokrasi yang akan ditempuh jika kegiatan ini jadi di laksanakan di Rusia. Melihat realitas itu, kita PPI Malaysia menyatakan mundur dan dengan demikian tersisa hanya Rusia yang benar-benar siap untuk jadi tuan rumah berikutnya, forum semua menerima dan sepakat memilih rusia termasuk kita PPI Malaysia.


Selain pemilihan tuan rumah selanjutnya untuk simposium Internasional PPI Dunia, juga dilaksanakan pemilihan Koordinator kawasan, salah satunya kawasan Asia-Oseania yang mana PPI Malaysia juga berada didalamnya. Melalui musyawarah dan muafakat, ketua umum PPI Malaysia dipercaya untuk jadi Koordinator kawasan Asia-Oseania selama satu periode kedepan, bertugas memimpin dan mengkoordinir PPI negara yang berada dalam kawasan tersebut. PPI Malaysia menyambut baik amanah ini dan mengapresiasi kepercayaan PPI negara-negara kawasan Asia-Oseania. Amanah yang diberikan oleh teman-teman dari kawasan Asia-Oseania untuk berada dalam komando PPI Malaysia tentunya berangkat dari pertimbangan matang setiap PPI yang memilih, ini bisa dipandang sebagai hasil bersama yang dilakukan oleh teman-teman PPI Malaysia selama ini dalam membangun kinerja dan citra organisasi yang baik sehingga kepercayaan teman-teman di PPI kawasan bisa kita raih.


Secara keseluruhan, kami melihat sidang Internasional PPI Dunia yang ke 9 sudah berjalan dengan baik, meskipun sempat terdapat sedikit insiden seperti soal kelengkapan sidang misalnya yang membuat molornya waktu sidang. Tapi itu perlu dipandang sebagai usaha forum untuk belajar patuh dan disiplin dengan aturan, meskipun mungkin bagi sebagian itu merupakan hal yang kecil. Namun, mentoleransi kesalahan yang berangkat dari ketidakdisiplinan tentunya merupakan hal yang tidak baik bukan?


Dengan begitu, PPI Malaysia berkomitmen mendukung hasil sidang Internasional PPI Dunia ke 9 dan akan memberikan kerjasama yang sebaik-baiknya. Adapun dinamika yang muncul pada PPI Negara lain pasca keputusan sidang, itu terlepas dari wewenang dan kepentingan PPI Malaysia. Kita memaklumi bahwa itu merupakan bagian dari dinamika yang sehat dalam sebuah organisasi, kebebasan berpendapat dan membuat keputusan tanda hidupnya demokrasi dalam tubuh organisasi. PPI Malaysia menghormati setiap keputusan yang keluar selama sidang dan pasca sidang.


Sikap ini didasari oleh prinsip PPI Malaysia guna menjaga kemaslahatan yang lebih besar, yakni menjaga kesatuan dan persatuan guna mencapai tujuan yang lebih besar dengan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kebaikan bersama.


Dalam proses memberikan perbaikan, PPI Malaysia membudayakan cara-cara yang mengedepankan kepentingan bersama dengan seefektif mungkin, membantu evaluasi dan perbaikan dengan cara terlibat langsung dari dalam sehingga bisa memastikan setiap tujuan bisa dicapai dengan sebaik-baiknya.


Teman-teman para pelajar yang budiman, kita tentunya faham bahwa setiap proses kehidupan selalu membawa hikmah dan pembelajaran bagi yang mau membuka diri untuk belajar, kita tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai luhur yang membedakan kualitas setiap bangsa. Tentu sangat disayangkan bila momentum ini justru menjadi alat yang menjebak kita pada sikap dan ucapan yang kurang baik, jadi lalai dalam mengelola diri sebagai kaum yang berfikir.


Kita tidak perlu mencaci kekurangan, karena yang dibutuhkan adalah semangat untuk sama-sama memperbaiki. Kita perlu semangat yang mendorong pada kebaikan bersama bukan untuk mencela sesama. Berbeda pandangan adalah lumrah dan biasa, yang tidak biasa adalah membuat jurang dan menjauh dari persatuan, keinginan memukul bukan merangkul.


Kami mengajak, mari kita menatap yakin kedepan dengan segala niat dan kemampuan, kita utamakan produktifitas dan prioritas serta ukhuwah sesama, karena membangun Indonesia hebat yang kita impikan bisa dimulai dari diri sendiri dan sedari dini!

Ketua Umum PPI Malaysia
Zulfadli

Recent News

Terhangat

Merchandise

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram