Kajian Isu Strategis - 22 Mei 2019 107

penkastrat_3

Globalisasi yang ditandai dengan kemudahan akses informasi dan koneksi serta berkurangnya jarak dan waktu tempuh dalam perpindahan memberikan efek perubahan yang sangat cepat. Perubahan tersebut membawa kepada apa yang saat ini disebut Revolusi Industri 4.0 dan bahkan Society 5.0. Semua bentuk perubahan itu akan terus mengarah ke perubahan-perubahan selanjutnya.

Perubahan-perubahan itu digerakkan dan dikendalikan oleh negara-negara kuat dan maju dan memaksa negara-negara lain mengikutinya. “Keterpaksaan” dalam mengikuti langkah-langkah negara maju membuat negara berkembang terus melakukan perombakkan kebijakan yang sesuai dan, kadang, diinginkan negara maju. Perombakkan terjadi hampir di seluruh aspek dan mempengaruhi perubahan sosial yang signifikan.

Dalam bidang pendidikan, misalnya, tujuan dan kurikulum pendidikan diarahkan untuk merespon perubahan saat ini. Tujuan dan kurikulum dirancang untuk menghasilkan teknologi dan keterampilan kerja sebagaimana perubahan dunia saat ini. Pertanyaannya, seberapa efektif tujuan dan kurkulum tersebut untuk mengembangkan masyarakat, negara, dan mengejar ketertinggalan?

***

Seperti disebut di atas, tujuan pedidikan saat ini diarahkan untuk memproduksi dan mengembangkan teknologi serta pemenuhan tenaga kerja yang terampil dan profesional. Di tingkat menengah atas, sekolah kejuruan lebih digalakkan untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja. Hal ini didukung oleh dunia industri yang siap menyerap mereka.

Pada level perguruan tinggi, ilmu-ilmu praktis dan dapat memberikan pekerjaan secara langsung lebih diminati. Sehingga, banyak perguruan tinggi yang berkoar “lulus langsung dapat kerja” atau bahkan “belum lulus sudah dapat kerja”. Pemerintah pun mendukung hal tersebut dengan lebih banyak mengarahkan anggaran pendidikan untuk riset-riset yang bersifat praksis dan cepat menghasilkan.

Pengembangan teknologi serta pembentukan tenaga kerja yang terampil dan profesional adalah hal yang baik dan harus didukung. Namun, yang banyak dipinggirkan dan dilupakan adalah sesuatu yang jauh lebih penting dan fundamental dari itu, yaitu pengembangan diri individu setiap siswa dan mahasiswa.

Seperti slogan angkatan bersenjata, man behind the gun, semua keterampilan dan kemajuan teknologi bergantung kepada pemiliknya, individu. Sehingga, baik tidaknya teknologi dan keterampilan digunakan adalah bergantung kepada penggunanya. Maka pendidikan harus diarahkan kepada pembangunan setiap pengguna, setiap individu, setiap manusia.

Tujuan pendidikan yang paling utama adalah membentuk jiwa dan moral untuk menjadi manusia yang baik (a good man) dengan menanamkan nilai-nilai universal. Manusia yang baik (a good man) akan mampu menghadapi setiap tantangan dan perubahan layaknya pohon yang akarnya menancap kuat ke dalam tanah, batangnya menjulang tinggi ke angkasa dengan ranting dan daun yang lebat serta buah yang bermanfaat, yang mampu bertahan menghadapi  perubahan angin, cuaca, dan bahkan musim.

Orang yang baik dan bermoral, jika dia berilmu dia akan menggunakan ilmunya untuk kebaikan. Mencari pekerjaan yang baik dan memegang teguh amanahnya. Sedangkan yang tidak berilmu, maka dia akan insaf bahwa dirinya tidak berilmu, sehingga terdorong untuk terus mencari ilmu. Jika pun tidak mendapat pekerjaan, dia akan berusaha mencari penghasilan denga cara-cara yang baik dan menghindari cara-cara yang buruk seperti mencuri, merampok dan lain sebagainya karena dia sadar bahwa hal tersebut adalah tidak baik. Pun sebaliknya, walaupun seseorang berilmu tapi dia tidak bermoral, maka dia akan memfaatkan ilmunya untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan segala cara walaupun merugikan orang lain, seperti para koruptor.

***

         Lantas bagaimana dengan tujuan pendidikan negara kita tercinta Indonesia?. Tujuan pendidikan nasional kita sudah sangat tepat. Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 3 disebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur oleh undang-undang”. Dalam ayat 5 disebutkan, “ Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”.

         Dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003, tujuan pendidikan nasional yang sudah disebut dalam UUD 1945 dijabarkan dan dipertegas kembali, “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi perserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

         Dari rumusan tujuan pendidikan di atas, dapat dilihat bahwa pendidikan kita sudah meletakkan pembangunan individu sebagai tujuan utama dan asas untuk pengembangan keterampilan, keilmuan, dan teknologi. Pertanyaannya? Apakah tujuan-tujuan tersebut sudah benar-benar terejawantahkan dalam kurikulum di setiap sekolah dan perguruan tinggi? Sudahkah pendidikan kita menghasilkan individu-individu yang dicita-citakan dalam undang-undang? Sepertinya kata “sudah” masih belum bisa diucapkan. Lihatlah anak-anak sekolah yang melawan bahkan menantang dan memukul gurunya, lihat keonaran yang dilakukan anak sekolah menengah sekian menit setelah mereka dinyatakan lulus. Lihatlah mahasiswa yang acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya, lihatlah mereka yang banyak melakukan perbuatan yang tidak bermoral, dan seterusnya.

***

         Terwujudnya tujuan pendidikan yang dicita-citakan bukan hanya tugas pemerintah, namun mereka lah barisan terdepan yang harus mewujudkannya. Seluruh elemen negara harus mengambil peran masing-masing dalam mewujudkannya. Langkah pertama adalah memahami apa sebenarnya yang kita cari, yang kita mau, yang kita tuju. Dengan pemahaman itu kita dapat menentukan langkah-langkah yang tepat yang harus ditempuh dan tidak terombang-ambing arus perubahan dunia. Dengannya kita dapat menatap setiap tantangan dan perubahan dengan percaya diri!.

Terhangat