Berita Ahmad Naufal Aisyi – 25 April 2019 | 20.50 MYT - 26 April 2019 127

 

Indonesia 24/4 — Sebanyak 144 petugas TPS dan 15 petugas kepolisian meninggal akibat sakit serta kelelahan setelah bekerja dalam perhelatan pemilihan umum 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 lalu.

Pemilu yang diadakan serentak se-Indonesia dianggap sebagai salah satu pemilihan umum satu hari terbesar di dunia. Indonesia telah mengerahkan lebih dari enam juta pekerja untuk mengoperasikan tempat pemungutan suara yang jumlahnya juga diperkirakan lebih dari 800.000 tempat.

Pada data yang dirilis oleh KPU, tercatat 1027 petugas TPS telah jatuh sakit dan meninggal serta diindikasikan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kematian tertinggi sebanyak 38 orang, diikuti oleh Jawa Tengah sebanyak 25, dan Jawa Timur dengan 14 orang. Kematian juga dilaporkan hampir di seluruh provinsi yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Aceh, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Yogyakarta.

Menurut infografis yang dirilis oleh KPU per tanggal 24 April 2019 pukul 15.15 WIB, menunjukkan bahwa terdapat kurang lebih 883 orang juga yang jatuh sakit serta tercatat sampai hari rabu kemarin, kematian masih berjumlah 139 orang. Para pekerja TPS diindikasi meninggal karena sakit dan kelelahan.

Pemilihan umum pada 17 April 2019 menghasilkan sekitar 81 persen dari 193 juta pemilih yang memenuhi syarat memberikan suara mereka.

Presiden Joko Widodo, pada hari Selasa (23/04), melalui media sosialnya menyatakan ucapan belasungkawa atas kematian para pahlawan Pemilu. "Belasungkawa terdalam saya atas kematian pekerja komite dan petugas polisi di TPS selama periode pemilihan. Mereka adalah pejuang demokrasi. Semoga Tuhan menerima perbuatan baik mereka sehingga upaya mereka dapat menjadi berkah bagi Indonesia," tulisnya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, juga telah mengumumkan bahwa kementerian sedang mengatur kompensasi untuk para pekerja yang meninggal. "Kementerian keuangan telah menerima proposal untuk kompensasi pekerja yang meninggal saat bertugas. Saya akan melihat besarnya kebutuhan dan melihat bagaimana ini dapat dilayani sesuai dengan aturan dan peraturan," kata KPU yang mengutipnya.