Berita Acara Nasyatul Qulsum - 07 Mei 2018 390

Kedah — Grand Final acara Bahasa Indonesia Speech Contest 2018 kali ini diselenggarakan di Universiti Utara Malaysia, Kedah, pada hari Minggu (06/05/18) yang diikuti oleh 10 peserta berkewarganegaraan asing yang telah diseleksi pada semifinal yang diselenggarakan di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada 29 April 2018.
Acara dimulai pukul 10 pagi dengan menyanyikan lagu Negaraku, Indonesia Raya dan Biru Warna (sebagai lagu resmi dari Universiti Utara Malaysia), pembacaan doa dan pertunjukan dari UKM Tari PPI UUM dengan membawakan tarian tradisional Tokecang dari Jawa Barat. Selanjutnya, sambutan Dr. Mohd Dino Khairri Shariffudin, selaku pengarah Hal Ekhwal Pelajar UUM dan Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur sebagai pembuka serta meresmikan acara Grand Final Bahasa Indonesia Speech Contest 2018. Pertunjukan dari tim angklung rumah budaya Indonesia SIKL juga turut memeriahkan acara dengan membawakan 2 lagu Indonesia beraliran dangdut.

Pembacaan peraturan lomba pidato dan bercerita dibacakan oleh ketua dewan juri, Uskitya Eryanti M.Pd. Peserta diberikan waktu 7-10 menit untuk berpidato maupun bercerita. Tim juri oleh Uskitya Eryanti M,Pd (selaku guru SIKL), Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, dan Prof. Anwar (selaku Dosen). Penilaian juri dilihat berdasarkan vocal, aksen, intonasi, keserasian dan kesopanan.
Lomba dimulai dengan peserta nomor urut 1 yang menceritakan Bawang Putih dan Bawang Merah, diikuti peserta lainnya dengan bercerita mengenai cerita rakyat yang ada di Indonesia serta berpidato bertemakan Indonesia. Acara ini juga diselingi dengan pertunjukan Tari Bali yang dibawakan oleh tim dari SIKL.
Diakhir acara, pemenang lomba pidato diraih oleh Nur Farhana Binti Mazlan (Malaysia) dari UUM yang berpidato mengenai perbedaan Indonesia dan untuk lomba bercerita oleh Shakif Bin Suhaimi (Malaysia) yang menceritakan Bawang Putih dan Bawang Merah dengan sangat ekspresif. Pemenang lomba ini memperoleh masing masing RM 1500 serta berkesempatan bertemu Presiden RI di Istana Negara di Jakarta, Indonesia.

Menurut penuturan Nur Farhana Binti Mazlan, acara ini sangat membantu dirinya mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia nya serta kesempatan ini membuat ia belajar lebih dalam mengenai kebudayaan Indonesia. Tidak halnya dengan, Shakif Bin Suhaimi, ia termotivasi dari teman-teman Indonesia yang ia miliki untuk ikut acara ini dan ia banyak belajar berbahasa Indonesia melalui pertemanannya.

Tujuan dari acara ini untuk warga negara asing, khususnya warga negara Malaysia, ialah agar lebih mengenal lebih dalam tentang keberagaman dan kekayaan kebudayaan Indonesia dan berbahasa Indonesia. Melalui Bahasa, hal ini menjadikan warga negara asing untuk menghargai negara kita serta memberikan dampak untuk investasi ke Indonesia, kunjungan turis, apresiasi terhadap kebudayaan yang kita miliki dan merubah stereotip warga negara asing terhadap Indonesia dengan melakukan ‘soft diplomacy’. ujar Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, setelah ditemui seusai acara Bahasa Indonesia Speech Contest 2018 ini berakhir.

(Nasya/Farah)

Terhangat

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram