Kajian Isu Strategis Irfan Bahiuddin - 07 Agustus 2017 212

Image by Jean-Remy Filtz https://www.euramet.org/research-innovation/search-research-projects/details/?eurametCtcp_project_show%5Bproject%5D=1346

Gambar : Ilustrasi

 

Metrologi itu apa ya?

Di Indonesia, 20 Mei lebih dikenal sebagai hari kebangkitan Nasional. Namun, perlu diketahui bahwa pernah terjadi suatu kejadian penting lain pada hari itu. Pada tanggal tersebut, di tahun 1875 silam, peristiwa penandatanganan konvensi Meter (Convention du Metre) internasional terjadi di Paris. Akibatnya, tanggal 20 Mei juga diperingati sebagai hari metrologi dunia (World Metrology Day) [1]. Metrologi sendiri secara istilah dapat didefinisikan sebagai sebuah disiplin ilmu yang mempelajari teknik untuk mengukur, mengkalibrasi dan menentukan akurasi di bidang-bidang industri, ilmu pengetahuan dan teknologi [2].

Aktivitas metrologi sebetulnya dapat dilihat di kehidupan sehari-hari. Di pasar tradisional, alat penakar barang-barang yang diperjualbelikan harus betul-betul dikalibrasi sehingga menghasilkan alat ukur dengan tepat. Untuk jual beli barang dengan jumlah kecil, pengawasan akurasi mungkin tidak begitu ketat. Pada proses jual beli dengan skala lebih besar, arti penting kalibrasi menjadi vital sehingga perlu dilakukan secara rutin. Misalnya, pom bensin akan melakukan kalibrasi internal dengan menggunakan bejana ukur secara periodik. Di waktu lain, direktorat metrologi akan melakukan pemeriksaan terhadap alat ukur debit bahan bakar minyak. Selain contoh yang telah disebutkan, masih banyak aktivitas metrologi di sekitar kita, baik kita sadari ataupun tidak.

Metrologi itu penting…

Metrologi bukanlah ilmu yang remeh. Berbagai organisasi yang mempunyai spesialisasi di bidang metrologi telah banyak didirikan, baik skala nasional (misalnya Pusat Penelitian Metrologi LIPI) [3], maupun internasional (misalnya EURAMET) [4]. Di Indonesia, departemen perdagangan selama dekade terakhir mempunyai konsen untuk penyediaan sumber daya manusia di bidang metrologi, mulai dari tingkat para teknisi (lulusan D3) sampai para ahli (lulusan S2 dan S3), yang diwujudkan dengan kerja sama dengan beberapa kampus ternama [5].

Metrologi terbagi dalam tiga macam kategori ilmu, diantaranya adalah metrologi ilmiah, metrologi industri, dan metrologi legal. Metrologi ilmiah adalah ilmu yang mendasari semua ilmu metrologi dengan cara meneliti fenomena-fenomena alam yang mendasari pengukuran [2]. Pada proses penelitian, pengabaian dari metrologi ilmiah akan berakibat pada tidak diterimanya hasil penelitian tersebut. Tidak sedikit penelitian ditolak dan diabaikan karena instrumen dan cara pengukurannya tidak dipercaya dan dianggap tidak memenuhi standar minimal yang diperlukan.

Metrologi industri dan legal bisa di katakan sebagai metrologi turunan dari metrologi ilmiah yang masing-masing berkaitan dengan proses di industri dan peraturan hukum yang berlaku. Penjagaan kualitas produk di suatu prabik sangat bergantung pada metrologi industri. Jika sampai peralatan untuk pengukuran dan penjagaan kualitas variable di industri tidak mencapai syarat minimal, maka produk yang dihasilkan kurang termonitor dan produk gagal sering dihasilkan. Sedangkan, metrologi legal sangat menentukan boleh tidaknya suatu produk dijual atau alat ukur bisa digunakan untuk jual beli oleh hukum [2].

Dari aspek hubungan internasional, salah satu kasus menarik berkaitan dengan isu metrologi legal adalah di tolaknya ekspor CPO Indonesia oleh Amerika Serikat karena masalah lingkungan. Laboratorium dari Amerika Serikat melaporkan bahwa dugaan penurunan efek rumah kaca yang ditimbulkan jika menggunakan CPO dari Indonesia hanya sebesar 11-17 %. Sedangkan, menurut Wakil Menteri Perdagangan saat itu, efek penurunan dari penggunaan bio fuel sawit bisa mencapai 40-56 % [6]. Kasus penolakan dari negara importir seperti ini hanya akan membawa kerugian kepada negara eksportir, karena seluruh biaya gudang dan transportasi pengiriman barang ditanggung oleh negara eksportir, ditambah harga barangnya akan semakin murah. Pada kasus ini, peralatan metrologi kimia Indonesia mungkin kurang memenuhi standar ataupun Amerika Serikat kurang percaya dengan fasilitas serta sumber daya manusia terkait metrologi kimia Indonesia yang belum disertifikasi sesuai standar.

Daya saing suatu negara salah satunya ditentukan oleh kualitas teknologi dan sumber daya manusia metrologi suatu negara. Seperti yang dikatakan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Syahrul Mamma, "Kualitas metrologi suatu negara merupakan sebuah barometer tingkat kesejahteraan masyarakat dan menjadi gambaran mengenai perkembangan teknologi dari negara tersebut," [5]. Apalagi di masa sekarang, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai diberlakukan. Mengingat Indonesia memiliki pangsa pasar terbesar, potensi untuk menjadi basis produksi di ASEAN sangat tinggi apabila Indonesia mampu memunculkan standarisasi metrologi yang dipercaya oleh negara-negara lain [3].

Dari sisi internal Indonesia, dengan adanya standar metrologi legal yang jelas, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait bisa dengan mudah memonitoring aktifitas metrologi di sekitar kita. Seperti kasus yang baru terjadi, salah satu lembaga pelindung konsumen, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), melaporkan tentang beberapa SPBU yang melebihi standar batas toleransi dalam menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) di daerah Jabodetabek  [7]. Pemerintah pun semakin gencar melakukan proses standarisasi metrologi legal sampai akar rumput di masyarakat bawah [8]. Terlepas dari kontroversi dan kesenjangan yang ada, ini menunjukkan itikad baik dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas metrologi dan mencegah kecurangan dalam jual beli [9].

Mahasiswa pun bergerak…

Mahasiswa sebagai salah satu bagian kecil masyarakat yang mendapat kesempatan pendidikan yang lebih tinggi, mampu mengambil bagian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui metrologi. Mereka tentunya harus paham tentang pentingnya aktivitas metrologi, karena setiap orang pasti akan bersinggungan baik sebagai peneliti, pembuat kebijakan maupun sebagai pengguna produk hukum atau alat terkait metrologi. Kepahaman atau rasa awareness bisa dimulai sesuai bidang yang sedang didalami. Contohnya, yang sedang belajar di jurusan berkaitan dengan ilmu alam, metrologi mempunyai dimensi sangat luas mulai dari cara mengukur, alat ukur, dan standarisasi satuan. Bidang keahlian metrologi pun bervariasi yang mencakup kimia, fisis, energi, material, organik dan berbagai ilmu alam lain. Begitu juga para pelajar ilmu sosial, banyak kajian-kajian yang bisa dilakukan mulai dari sisi ekonomi, sosial, psikologi sosial, pengambilan kebijakan sampai hubungan internasional antar negara.

Mahasiswa sebagai agen perubahan bisa ikut andil dalam proses pemahaman arti penting metrologi kepada masyarakat. Proses edukasi dapat dilakukan secara individu atau bersama-sama, melalui obrolan warung kopi maupun di media sosial. Materi yang ingin disampaikan tidak harus berupa hal-hal kompleks, tapi bisa berupa hal-hal sederhana mulai dari yang praktis atau dekat. Misalnya, cara dan pentingnya kalibrasi disampaikan sesuai dengan alat ukur yang biasa mereka gunakan di pasar. Ketika kalibrasi benar, konsumen akan merasa tidak dirugikan. Penjual merasa tidak ada beban moral dan sekaligus menjamin bahwa dia tidak mengalami kerugian jika ternyata alat ukur menunjukkan nilai yang lebih kecil dari pada seharusnya. Moral pun bisa menjadi poin penting dalam materi edukasi metrologi. Seperti disampaikan para pemuka agama, moral merupakan alasan kuat agar tidak ada kecurangan dalam takaran ketika berjual beli. Tentunya tidak diinginkan muncul generasi paham akan teknologi pengukuran, tetapi dimanfaatkan untuk memanipulasi seperti yang pernah terjadi di SPBU Rempoa [10].

Mahasiswa pun bisa membuat acara terkait metrologi untuk memfasilitasi kalangan terdidik dan praktisi. Bagi sasaran kalangan pelajar, lomba dan diskusi ilmiah adalah contoh pilihan bentuk acara yang dapat dibuat. Materi lebih diarahkan untuk pengenalan dan pendidikan tentang metrologi sehingga mereka paham dan tahu di mana mereka mampu ikut andil. Untuk para praktisi industri dan ilmuwan, diskusi ilmiah akan menjadi jembatan penghubung karena tidak bisa dipungkiri adanya jurang pemisah antara dunia penelitian dan para praktisi industri. Di samping itu, sesama praktisi industri jika bertemu mungkin akan menelurkan suatu solusi permasalahan berupa strategi ataupun cara dan alternatif teknologi yang dipakai.  

Irfan Bahiuddin

Dept. Penelitian dan Kajian strategis PPIM 2016-2017

Referensi

[1]    Husein Avicenna Akil. 2012. Kehidupan manusia butuh Metrologi. <http://lipi.go.id/lipimedia/kehidupan-manusia-butuh-metrologi/7379>. Diakses 23 Maret 2017.

[2]    Agustinus Praba Drijarkara. 2009. Apa itu metrologi?  <http://u.lipi.go.id/1240369647>. Diakses 23 Maret 2017.

[3]    Desi Purnamawati. 2014. Jaringan metrologi harus diperkuat hadapi MEA 2015. <http://www.antaranews.com/berita/440726/jaringan-metrologi-harus-diperkuat-hadapi-mea-2015>. Diakses 26 Maret 2017.

[4]    <http://www.euramet.org>. Diakses 23 Maret 2017.

[5]    Vicki Febrianto. 2015. SDM Metrologi handal tingkatkan daya saing. <http://www.antaranews.com/berita/562804/sdm-metrologi-handal-tingkatkan-daya-saing>. Diakses 26 Maret 2017.

[6]    Nurhani Aryani. 2012. Peran Metrologi Kimia Organik di Indonesia. <http://www.metrologi.org/2012/11/peran-metrologi-kimia-organik-di.html?m=1>. Diakses 23 Maret 2017.

[7]    Lili Sunardi. 2016. YLKI Temukan Takaran BBM yang Tak Sesuai di SPBU. <http://industri.bisnis.com/read/20170126/44/623023/ylki-temukan-takaran-bbm-yang-tak-sesuai-di-spbu>. Diakses 23 Maret 2017.

[8]    Hedi Ardia. 2015. 2016, Seluruh Daerah Harus Miliki UPTD Metrologi. <http://bandung.bisnis.com/m/read/20150226/34239/527987/2016-seluruh-daerah-harus-miliki-uptd-metrologi>. Diakses 26 Maret 2017.

[9]    Nana. 2016. Antisipasi Kecurangan, Metrologi Legal Genjot Tera. <www.malangtimes.com/baca/14613/20160929/141139/antisipasi-kecurangan-metrologi-legal-genjot-tera/>.  Diakses 26 Maret 2017.

[10]    Pebrianto Eko Wicaksono. 2016. Pertamina Ungkap Cara Canggih Kecurangan SPBU Rempoa. <http://bisnis.liputan6.com/read/2525226/pertamina-ungkap-cara-canggih-kecurangan-spbu-rempoa>. Diakses 26 Maret 2017.

Recent News

Terhangat

Merchandise

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram