Berita Acara Axel Rizkiya Iskandar - 11 September 2019 58

 

 

Sumber Foto: Liputan6.com

 

Kuala Lumpur (10/9) Pada hari Selasa tanggal 10 September 2019, Negeri jiran Malaysia khususnya di wilayah Kuala lumpur dan sekitarnya, mengalami fenomena yang biasanya jarang terjadi. Pada pagi hari yang seharusnya cerah, kini berubah menjadi suasana berkabut dan matahari pun tidak tampak sama sekali menyinari beberapa wilayah di Malaysia. Udara di berbagai kawasan Malaysia sangat tercemari dan sudah mencapai titik “tidak sehat”, yaitu di angka 101-200 pada jam 11 siang berdasarkan departemen lingkungan Malayisa merujuk pada Air Pollution Index (API). Berdasarkan data yang didapat, Kawasan terparah yang dicemari oleh kabut yaitu terjadi di wilayah Pahang dengan indeks angka 194 dan Sarawak dengan indeks angka 192, dan angka ini hampir mencapai indeks angka 201, dimana jika merujuk kepada API, angka tersebut dikategorikan kedalam kondisi “sangat tidak sehat”.

 

Sementara itu, kota terbesar di Malaysia yang dihuni oleh kurang lebih 7,2 juta jiwa yaitu Kuala Lumpur, tercatat berada dalam indeks angka 157, dan angka ini bisa saja akan terus bertambah dan kualitas kondisi udara di Kuala Lumpur memungkinkan untuk memburuk dan akan menjadi masalah besar untuk warga dan pemerintah. Indeks angka ini dipercaya menjadi angka pencemaran tertinggi sejak kabut terakhir kali melanda Kuala Lumpur pada tahun 2015. Beberapa netizen yang merupakan penghuni Kuala Lumpur ini turut memberikan komentar terhadap kasus ini di akun media sosial mereka. Salah satunya yaitu dalam akun twitter @DDanfelt yang mengeluhkan perasaannya dengan mengunggah foto beberapa bangunan besar di Malaysia yang tertelan kabut asap pada pagi hari.

 

Beberapa Kawasan juga yang diikategorikan “tidak sehat” berdasarkan API, yaitu Negeri Sembilan (145), Johor (111), Putrajaya (139) dan Selangor (140). Seharusnya indeks angka suatu negara harus berada dalam jangkauan 0-50 jika ingin dikategorikan sebagai negara “sehat”, dan 51-100 dikategorikan sebagai “sedang”. sementara jika sudah melebihi angka 300 sudah memasuki kondisi “membahayakan”.