Berita Nasyatul Qulsum Zulianto - 23 Desember 2018 323

Pandeglang, (23/12) – Gelombang tinggi yang terjadi Sabtu malam (22/12) pukul 21.27 WIB di perairan Banten membuat warga sekitar panik. Air laut di wilayah Carita naik ke darat serta beberapa rumah dan jalan menjadi imbas dari air pasang tersebut. Dalam cuitan BMKG di akun twitter @infoBMKG, gelombang tinggi yang menghantam Anyer, Banten disebabkan oleh fenomena bulan purnama.

Dilansir dari detik.com, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, fenomena ini terjadi di Pantai Anyer, Banten sampai Kalianda, Lampung. Hal ini tidak ada kaitannya dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Saat ini petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan TNI-Polri sudah melakukan penanganan di lapangan. Evakuasi dilakukan di beberapa tempat. Pendataan dan penanganan masih dilakukan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya.

Akibat dari gelombang pasang air laut ini, jalur transportasi dari Anyer, Kabupaten Serang ke Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten terputus akibat jalan dipenuhi puing reruntuhan puing-puing rumah yang hancur diterjang air pasang. Puluhan rumah dan kapal nelayan yang berada di pinggir bibir Pantai Sukaraja, Teluk Betung, Bandar Lampung, juga ikut rusak.

Hingga saat ini, data terakhir yang berhasil dihimpun Posko BNPB pada Minggu (23/12) pukul 16.00 WIB untuk jumlah korban dalam peristiwa ini tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang cedera dan 30 orang hilang yang terdapat di 3 tempat yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lampung Selatan. Sutopo Purwo Nugroho juga menyatakan sementara kerusakan fisik tercatat meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 350 unit perahu/kapal nelayan, 60 unit warung, 24 unit mobil dan 49 unit sepeda motor.

Penanganan darurat terus dilakukan oleh BPNP, TNI, Polri, Basarnas,Kementerian Sosial, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan lain-lain. Posko, Pos Kesehatan, dapur umum dan pos pengungsian telah didirikan untuk menangani korban bencana yang mayoritas korban adalah wisatawan dan warga setempat.

Kami segenap keluarga besar PPI Malaysia turut berduka cita atas terjadinya bencana alam yang menimpa wilayah Banten dan sekitarnya. Semoga seluruh keluarga yang tinggalkan diberi kesabaran serta ketabahan.

 

(Nasyatul Qulsum Zulianto/Soraya)