Berita Acara Jurnalis PPI Malaysia - 12 Juli 2019 201

 

Johor Bahru (11/07) – Setelah sukses menjalankan hari pertama, Simposium Internasional PPI Dunia XI memasuki hari kedua. Kegiatan yang berlangsung hari ini cukup berbeda dengan hari sebelumnya dikarenakan kegiatan dibagi menjadi dua tempat serta menjalankan kegiatan yang berbeda. Kegiatan yang bertempat di Dewan Senat yang berada di bangunan Canselori UTM dihadiri khusus untuk delegasi utama, sementara kegiatan yang berada di Dewan Sultan Iskandar diikuti oleh para delegasi tambahan PPI Negara, PPI Cabang, Mahasiswa Indonesia serta tentunya peserta Start-Up Competition yang digelar oleh PPI Malaysia yang bekerjasama dengan Simposium Internasional PPI Dunia XI.

Kegiatan yang dilangsungkan di Dewan Senat dikhususkan untuk Sidang Internal PPI Dunia. Acara dimulai dengan pembukaan dan musyawarah penambahan anggota baru yakni PPI Qatar sebagai anggota resmi dari PPI Dunia, kemudian pimpinan sidang sementara membacakan tentatif serta tata tertib sidang internal. Acara dilanjutkan dengan pemilihan pimpinan sidang tetap agar dapat memulai acara inti yaitu pembacaan dan pembahasan hasil Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Dewan Presidium PPI Dunia periode 2018/2019 dan AD/ART PPI Dunia. Penerimaan hasil Laporan Pertanggungjawaban menjadi tanda bagi demisionernya Koordinator serta jajaran Pengurus PPI Dunia untuk periode 2018/2019.

Setelah acara terhenti 45 menit untuk rehat siang, acara kembali dengan pembacaan tata tertib pemilihan Koordinator PPI Dunia, pengenalan dan presentasi profil kandidat Koordinator PPI Dunia 2019/2020. Tahun ini, kandidat yang mencalonkan diri sebagai koordinator PPI Dunia menggantikan Fadjar Mulya selaku Koordinator PPI Dunia 2018/2019 antara lain ialah Fadlan Muzzaki dari PPI Tiongkok, Tubagus Aryandi Gunawan dari PPI Irlandia dan Ahmad Ghiyats Fawwaz dari HPMI Yordania. Selanjutnya, pemilihan dan penghitungan suara untuk Koordinator PPI Dunia 2019/2020.

Fadlan Muzakki, mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu S2 di Universitas Renmin-China, terpilih sebagai Koordinator PPI Dunia 2019/2020 mengunggguli 2 kandidat lainnya yaitu Tubagus Aryandi Gunawan Arya dari PPI Irlandia dan Ahmad Ghiyast Fawwaz dari PPI Jordania dengan 24 suara lebih unggul. Selain itu, acara dilanjutkan dengan pengenalan dan pemilihan Tiongkok sebagai tuan rumah potensial untuk Simposium Internasional PPI Dunia tahun depan.
Sementara itu, acara yang diselenggarakan di Dewan Sultan Iskandar mengikuti kegiatan coaching and workshop session yang dihadiri oleh 2 panel, yaitu Faisal Basri, M.A yang mewakili Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Mohamad Fadhil Hasan, Ph.D selaku Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional Republik Indonesia & Ekonomi Senior INDEF. Kedua panel pada acara ini mengangkat tema yang berbeda, yaitu “Peran Ekonomi Politik dalam pembangunan inklusif Indonesia di era VUCA” serta materi kedua yaitu “Arah Kebijakan Pembangunan Indonesia untuk mencapai pemerataan ekonomi”. Dikutip dari Faisal Basri, dalam sesi panelnya, ia mengatakan bahwa di era VUCA ini, volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity, banyak yang harus disesuaikan dan dibenahi, terutama di sektor bisnis. Dengan demikian, kestabilan politik dan ekonomi dapat terus terjaga.

Coaching and sharing session ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Setelah itu, para peserta langsung mengikuti kegiatan yang digelar oleh anggota PPI Malaysia yaitu Start-Up Competition Festival dimana kegiatan ini menghasilkan 3 finalis, yang dimenangkan oleh Kitong Bisa Enterprise.