Berita Ahmad Naufal Aisyi - 27 September 2019 60

Kuala Lumpur (27/09) - Gempa yang melanda Kepulauan Maluku di Indonesia Timur, tepatnya di Kota Ambon dan sekitarnya telah menghancurkan bangunan dan memicu tanah longsor pada Kamis pagi dan menewaskan sedikitnya 20 orang.
Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Agus Wibowo, mengatakan bahwa jumlah orang yang tewas dalam gempa bumi tersebut sebanyak 20 orang, setidaknya 100 orang terluka, dan lebih dari 2.000 orang telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Gempa berkekuatan 6,5 SR melanda pulau-pulau di sekitar pada hari Kamis, pukul 8:45 pagi waktu setempat.
Menurut kesaksian warga sekitar bahwa pada saat terjadinya gempa, orang-orang ketakutan dan berlari ke jalanan ketika bangunan-bangunan tersebut mulai runtuh. Warga pun berbondong-bondong dalam membantu orang yang terluka.
Kepala Divisi Gempa dan Tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, mengatakan bahwa dampaknya sangat terasa di seluruh kota Ambon dan sekitarnya. Ia menambahkan bahwa wilayah Ambon dan sekitarnya dilanda gempa susulan yang berkekuatan 5,6 SR.
Albert Simaela, seorang pejabat bencana setempat, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa sebagian bangunan di sebuah universitas ambruk, sementara sebuah rumah sakit utama di kota itu juga telah rusak. Pasien dievakuasi ke tenda luar di halaman rumah sakit, katanya.
Gempa tersebut berpusat 37 kilometer timur laut Ambon pada kedalaman 29 kilometer, menurut US Geological Survey.
Triyono mengatakan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami. Walaupun begitu, dikarenakan ketakutan yang berlebih yang dimiliki oleh para penduduk di sana, para penduduk ramai berbondong-bondong lari ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari bencana lanjutan yang mungkin saja dapat terjadi.
Badan mitigasi bencana nasional mengatakan pihak berwenang masih mengumpulkan informasi tentang dampak gempa bumi yang terjadi di Kota Ambon dan sekitarnya tersebut.