Berita Acara - 20 Juli 2017 71

Pada hari Senin (17/7/2017), terjadi pertemuan singkat antara ketua umum PPI Malaysia dengan senator DKI Jakarta sekaligus wakil ketua komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia di KBRI Kuala Lumpur. Beliau merupakan bagian dari rombongan DPD yang sedang ada agenda di Kuala Lumpur.

Pembicaraan didominasi seputar nasib pekerja WNI terhadap program Enforcement Card (E-Kad). Program ini merupakan kebijakan dari imigrasi Malaysia dalam upaya penertiban pekerja asing yang tidak berdokumen. Pekerja asing yang tidak punya dokumen diberikan kesempatan untuk mengurus keabsahan izin bekerja. Kartu ini bersifat sementara hingga 15 Februari, 2018, dan merupakan langkah awal untuk melanjutkan mengurus dokumen yang sah bagi yang memenuhi syarat. Terdapat 15 negara asal pekerja yang dapat program e-kad ini salah satunya Indonesia. e-kad berlaku untuk lima sektor industri, yakni konstruksi, pelayanan, manufaktur, perladangan, dan pertanian.

Selain itu, dalam diskusi yang berlangsung santai dan terbuka tersebut, senator Fahira Idris mengutarakan harapannya agar PPI Malaysia ikut ambil andil terhadap masalah-masalah seputar tenaga kerja asal Indonesia, mengingat jumlah pekerja Indonesia di Malaysia terbilang cukup tinggi. Begitupun dengan PPI Malaysia yang mempunyai jumlah SDM yang cukup besar, merupakan sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk bersama-sama menjaga kebaikan bangsa di Negara Jiran.

Senator Fahira Idris mengusulkan agar program peningkatan kemahiran pekerja diperbanyak agar para pekerja mampu membekali dirinya sendiri dengan kemahiran yang lebih baik, ini tentunya akan sangat berguna untuk mereka baik selama bekerja di Malaysia maupun ketika nanti kembali ke tanah air. Sehingga program e-kad ini seharusnya bisa menjadi momentum untuk sama-sama peduli memikirkan nasib para pekerja kita.

Sementara itu, ketua umum PPI Malaysia dalam tanggapannya mengatakan bahwa sebetulnya PPI Malaysia sudah lama memperhatikan masalah ini yakni bagaimana bisa untuk ikut berperan dalam perbaikan kehidupan para pekerja, terutama melalui peningkatan kemahiran di berbagai bidang. PPI Malaysia mempunyai program yang disebut dengan Focus Group Discussion (FGD), yakni sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pekerja Indonesia yang ada di Malaysia. Program ini mengandalkan peran dari para sukarelawan dari kalangan pelajar untuk mengajar dalam berbagai bidang ilmu seperti ilmu komputer dan Bahasa Inggris. Sementara ini, program tersebut baru dilaksanakan di Johor Baharu dimana bidang yang diajarkan disesuaikan dengan minat dan kebutuhan para pekerja sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, ketua umum PPI Malaysia tak lupa meminta dukungan para senator dan menyampaikan harapannya agar kedepannya sinergi dengan PPI Malaysia bisa ditingkatkan. Dukungan dari para senator juga dibutuhkan agar apa yang dicita-citakan bersama bisa diwujudkan dengan baik, untuk itu PPI Malaysia menyatakan kesiapan bila diminta untuk terlibat dalam agenda-agenda yang membawa perbaikan untuk para pelajar dan pekerja Indonesia di Malaysia.

Recent News

Terhangat

Merchandise

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram