Berita Axel Rizkiya Iskandar - 06 Januari 2019 286

  


Kuala Lumpur (05/12) — Bencana badai siklon tropika atau yang lebih dikenal sebagai ‘taufan’ membuka awal tahun 2019 untuk wilayah Malaysia bagian utara, khususnya pada provinsi Perlis, Kedah, Penang, dan Perak pada hari Jumat tanggal 4 Januari pukul 11.00 waktu setempat. Badai Siklon Tropika adalah angin ganas yang berputar dan berdiameter hampir seratus kilometer yang terbentuk di perairan Tropika.
Badai yang muncul di bagian barat Pasifik Utara pada awal Mei ini berdampak bagi masyarakat yang tinggal di beberapa daerah tersebut serta menimbulkan beberapa kerusakan untuk sebagian bangunan dengan kecepatannya yang berkisar antara 80-90 km/jam.

Jabatan Meteorologi Malaysia mencatat, lokasi terakhir kejadian berlangsung pada koordinat 78 derajat lintang Utara dan 101 derajat lintang Timur dan bergerak menghampiri Segenting Kra. Akibatnya, aktifitas perairan di daerah yang terkena dampak badai ini terpaksa berhenti untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Angin yang terbentuk pada musim panas Hemifera Utara menimbulkan ketinggian ombak yang tingginya mencapai 3,5 meter di perairan Kelantan, Perlis, Kedah, dan Pulau Pinang. Selain itu, hujan lebat yang terjadi sepanjang hari akibat siklon tropika, membentuk struktur tanah menjadi renggang sehingga terjadinya longsor dan banjir.

Kepala jabatan Organisasi Masyarakat Penyayang dan Alam sekitar Pulau Pinang, Phee Boon Poh, menyatakan, badai ini sudah berlangsung semenjak satu minggu yang lalu. “Kita kini berada dalam level waspada karena angin yang melanda Pantai Timur Malaysia berdampak pada Pantai timur utara” kutip Boon Poh. Sebagai langkah antisipasi, Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) telah membuat persiapan untuk memberikan bantuan.

Untuk mengetahui keadaan cuaca lebih lanjut, masyarakat dihimbau untuk selalu melakukan pengecekan cuaca terkini dalam aplikasi MyCuaca setiap harinya.

 

 

 

 

Terhangat