Berita Acara Soraya Zulhikmah Putri - 09 Januari 2019 773

Kuala Lumpur (07/01) – Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) melakukan audiensi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur yang bertempat di Ruang Rapat lantai 7 KBRI Kuala Lumpur pada hari Senin, 7 Januari 2018. Audiensi ini juga turut dihadiri oleh pengurus dari berbagai kampus di Malaysia, seperti UTM, USIM, IIUM, APU, dan UCSI. Sementara itu, Atdikbud diwakili langsung oleh Ayahanda Mokhammad Farid Ma’ruf, Ph.D serta didampingi stafnya, Pak Erwin.

Audiensi PPIM yang dipimpin oleh Muhammad Ammar Naufal, selaku Ketua Umum PPIM periode 2018/2019, bertujuan untuk meningkatkan silaturrahmi dan memperkenalkan pengurus baru kepada Atdikbud KBRI Kuala Lumpur serta menyamakan persepsi antara visi misi Atdikbud dan PPIM.

 

Sebagaimana tugas pokok Atdikbud KBRI Kuala Lumpur adalah membina masyarakat Indonesia khususnya para pelajar, mahasiswa, tenaga kerja Indonesia (TKI) dan anak TKI di Malaysia, maka PPIM memaparkan program-program kerja yang bisa disinergikan seperti Simposium Internasional PPI Dunia di Malaysia, PPIM mengabdi untuk anak TKI, Asean Youth Conference (AYC), Olimpiade Mahasiswa Indonesia (OMI), dan masih banyak rancangan kegiatan meliputi bidang pendidikan dan kebudayaan, penelitian, bantuan hukum, dan pengabdian masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Mokhammad Farid Ma’ruf, Ph.D, yang juga lulusan S3 Saitama University, Jepang, berharap agar PPIM bisa membuat program-program nyata yang dapat memberikan dampak langsung ke masyarakat, khususnya pendidikan bagi anak-anak TKI.

 

“Yang menjadi visi utama Atdikbud hari ini adalah memastikan anak-anak TKI mendapatkan pendidikan yang layak dan mampu bersekolah sampai ke perguruan tinggi agar bisa melebihi orang tuanya”, ujarnya.

Sebagai Dosen teknik Universitas Jember yang juga pernah mengajar di Fakulti Kejuruteraan Awwam UTM, Mokhammad Farid Ma’ruf, juga berpesan agar PPIM senantiasa mengedepankan program-program yang berdampak tinggi dan jelas hasilnya serta mengurangi kegiatan-kegiatan bersifat hura-hura yang menghabiskan dana yang besar. “Sudah saatnya PPIM menjadi organisasi mandiri dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat esensial dan tidak terlalu seremonial”, ungkapnya.

Diakhir sesi, PPIM melakukan sesi foto bersama sekaligus meminta Atdikbud untuk bisa melantik pengurus baru yang direncanakan pada tanggal 22 Februari 2019 di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur.