Berita Acara Farah Azzahrah - 23 Agustus 2018 59

 

Rabu (22/8) - Dari awal mulai tunggal putra bulutangkis sudah terasa atmosfir dari gemuruh pengunjung yang ada di istora senayan Jakarta yang membuat Anthony Ginting dengan cepat menempuh angka 4-1 melawan Shi Yu Q dalam 5 menit pertama. Namun disusul cepat oleh tim China dengan skor 9-8 di babak pertama. Bapak presiden Jokowi ikut serta mendukung tim Indonesia. Ginting akhirnya berhasil berjaya di babak pertama dengan skor 21-14

Pada babak kedua Ginting sempat unggul dan langsung disusul oleh Shi Yu Q tetapi suara penonton yang bersorak "Ayo Ginting!!" membuatnya bersemangat lagi. Tidak lama Shi Yu Q berhasil menyusul Ginting dengan menyetarakan 14-14.Dengan sengit Indonesia sempat unggul namun China masih bisa menyusul 21-21 dan melewati posisi 23-21 di babak kedua.

Di babak terakhir Ginting terjatuh saat Shi Yu Q menyerang menghasilkan skor 15-12 yang membuatnya cidera namun ia masih tetap berusaha bangkit dan melanjutkan permainan. Pada detik-detik terakhir akhirnya Ginting tidak kuat bangun dan sempat mendapatkan satu point keberuntungan membuat seri pertandingan 20-20. Setelah itu ia memutuskan meminta izin kepada wasit untuk menghentikan permainan dikarenakan tidak kuat menahan sakiy. Ginting pun dibawa tim medis untuk segera ditangani, pendukung indonesia pun menghargai keputusan terhormat Ginting yang sudah menyumbangkan banyak keringat untuk Indonesia.

 

Disusul oleh duo maut yaitu Kevin dan Gideon dengan cekatan berhasil menaklukan tim lawan di babak pertama. Dilanjutkan dengan babak kedua yang tidak diragukan mereka berhasil menangkis tim lawan kembali.Suara gemuruh penonton semakin meriah optimis akan melangkah menuju kemenangan.

"Kita tidak memikirkan kekalahan yang pertama dan akan terus fokus dan yakin bahwa kita bisa menang di rumah sendiri" ucap Gideon.

 

Saat permainan selanjutnya dimulai, Jonathan Christie tampak tenang dan sudah mempersiapkan dengan matang melawan juarawan Chen Long dengan memenangkan babak pertama. Namun ia tertinggal di babak kedua yang tampaknya Jojo sedikit lelah melawan Chen L. Di babak ketiga, ia sempat cedera diakibatkan mencoba menangkis bola yang sebenarnya menyentuh net. Setelah diberi tanganan oleh tim medis Jojo tampak lebih semangat tidak mau dikalahkan oleh lawan. Namun sayang, di menit terakhir sang lawan berhasil melumpuhkan Jojo walaupun Indonesia sempat unggul.

"Memang tidak mungkin melawan sang juara dunia dengan cepat dan mudah. Saya sudah memberikan yang terbaik, mohon maaf untuk warha Indonesia yang sudah datang dan yang mendukung dari rumah" ujar Jonathan. 

Walaupun begitu, pendukung Indonesia memahami segala usaha pemain yang sudah berjuang membawa nama tanah air.

Dilanjutkan oleh tim ganda yang sudah memenangkan pertandingan sebelumnya, Fajar dan Rian sempat tertinggal di babak pertama. Tetapi mereka mampu mengejarnya di babak kedua dengan skor 21-17.

Dengan sangat disayangkan, tim Indonesia gagal kembali meraih kemenangan di pertandingan yang terakhir dengan skor 18-21.

"Mungkin permainan kita terlalu terburu-buru dan tim lawan juga sangat percaya diri. Mohon maaf untuk khususnya masyarakat Indonesia dan terima kasih kepada yang sudah mendukung. Maaf kami belum bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia" ucap Fajar dan Rian. 

Walau begitu, bukan hal mudah untuk Indonesia menyumbang perak untuk cabang olah raga bulutangkis beregu putra ini. (Farah)

 

Sumber Gambar: Kemenpora RI

Terhangat

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram