Berita Acara Nasyatul Qulsum Zulianto - 17 Agustus 2018 137

Jakarta (16/07/2018), Acara Simposium Cendekia Kelas Dunia 2018 (SCKD 2018) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) bekerjasama dengan Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional (I4) serta Akademi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI), tahun ini mengangkat tema “Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami: Bersinergi dan Berkolaborasi, Menunjukkan Sumbangsih Indonesia Bagi Ilmu Pengetahuan Dunia”.

 

Acara tahunan ini turut mengundang Profesor dan Ilmuwan Diaspora Indonesia dari perguruan tinggi terbaik di berbagai belahan dunia. Selain itu, acara ini juga turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro; dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. SCKD 2018 juga dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto; sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti, dan Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Prof. Jamaluddin Jompa. Adapun jumlah peserta umum yang hadir mencapai 450 orang.

   

Dilansir dari laman ristekdikti.go.id, Dari 47 orang Diaspora Indonesia yang hadir, lima orang diantaranya merupakan asisten professor, tiga belas orang merupakan asosiasi profesor, dua belas orang merupakan professor tetap, dan selebihnya merupakan Dosen Senior yang berperan sebagai kepala akademik universitas seperti Dekan dan kepala pusat riset. Keberadaan para Ilmuwan Diaspora ini dapat menjadi pembangkit untuk pengembangan ilmu pengetahuan teknologi di Indonesia. Pasalnya, mereka yang diundang merupakan anak bangsa yang memiliki kompetensi mumpuni pada bidangnya masing-masing.

Kegiatan Diskusi SKCD 2018 ini terbagi kedalam delapan bidang peminatan, diantaranya Identitas, Keragaman, dan Budaya; Kepulauan, Kelautan, dan Sumber Daya Hayati; Kehidupan, Kesehatan, dan Nutrisi; Air, Pangan, dan Energi; Bumi, Iklim, dan Alam Semesta; Bencana dan Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana; Material dan Sains Komputasi; Ekonomi, Masyarakat, dan Tata Kelola.

  

Rezzy Eko Caraka, Koordinator Kajian Isu Strategis dan Penelitian (Kastrat) Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia yang merupakan dosen muda dan PhD Candidate di INSPEM-UPM bidang Statistika, Ekologi dan Klimatologi terpilih menjadi salah satu Ilmuan muda pada bidang peminatan Bumi, Iklim, dan Alam Semesta. Para Cendekiawan Indonesia ini diharapkan mampu berkolaborasi untuk menciptakan suatu karya yang bermutu dan berdaya saing tinggi sehingga karya mereka dapat diakui oleh dunia keilmuan internasional dan mampu mengharumkan nama bangsa di pentas ilmu pengetahuan dunia. Cendekiawan Indonesia juga dituntut agar memiliki pemikiran strategis dan berwawasan luas karena mengerjakan penelitian juga memerlukan ilmu dari disiplin lain untuk memperkarya analisis dan dapat menghasilkan rekomendasi secara tepat dan efisien. (Nasya/Tirza)

Terhangat

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram