Berita Acara Ahmad Baihaqi - 13 November 2017 80

 Masjid Tuo Pariangan (Sumber : Boim, 2016)

     Wisata Halal merupakan tren digemari oleh masyarakat dunia dalam dekade ini. Perkembangan wisata Syariah terus meningkat sepanjang tahunnya, destinasi wisata halal diminati oleh berbagai kalangan baik muslim maupun nun muslim. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh MasterCard & Crescent Rating tentang ‘‘Global Muslim Travel Index 2015’, tersaji data bahwa di tahun 2014 terdapat 108 juta Muslim yang telah melakukan perjalanan dengan menghabiskan biaya U$145 miliar. Angka ini merepresentasikan sekitar 10% dari total ekonomi wisata global. (Yahya, 2016). Pada tahun 2020 para wisatawan Muslim diprediksi akan meningkat menjadi 150 juta dengan biaya yang dikeluarkan sebesar U$200 miliar (Hassan, 2013). Kedepan, wisatawan Muslim akan terus meningkat dan menjadi salah satu sektor pariwisata yang yang berkembang pesat di dunia. Pada tahun 2012, pemerintah Indonesia memperkenalkan 12 provinsi destinasi wisata halal di Indonesia yaitunya Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan (Nirwandar, 2015). Peningkatan wisata halal di Indonesia berbanding lurus dengan perkembangan dan kemajuan pariwisata di indonesia, menurut Kementerian Pariwisata RI (2017) mengatakan perkembangan Pariwisata Indonesia terhadap pendapatan negara melebihi dari sumber - sumber daya alam yang dimiliki sepeti minyak, batubara, dan lainnya.

     Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang meraih sebagai World’s Best Halal Culinary Destination, World’s Best Halal Destination and World’s Best Halal Tour Operator yang ditetapan dalam World Halal Tourism Awards 2016 (Kementerian Pariwisata RI, 2017). Hal ini menetapkan provinisi Sumatera Barat sebagai salah satu provinsi dengan pariwisata Halal terbaik di Indonesia. Desa Pariangan merupakan salah satu destinasi wisata unggul yang terdapat di Sumatera Barat. Desa Pariangan merupakan salah satu destinasi yang unggul dalam wisata tingkat dunia, karena dinobatkan sebagai desa terindah di dunia versi Budget Travel sebuah majalah wisata tingkat dunia yang berokasi di New York, Amerika Serikat (Admin, 2016). Desa Pariangan mampu bersanding dengan keindahan Desa Wengen dari Swiss, Desa Eze dari Prancis, Niagara on The Lake di Kanada, serta Desa Cesky Krumlov Republik Ceko. Banyak kriteria dalam menjatuhkan pilihan pada Desa Pariangan, di antaranya keasrian dan warisan leluhur (Heritage) yang masih terjaga apik, yang menjadi ciri dan identitas budaya Minangkabau yang terdapat di Sumatera Barat (Boim, 2016). Desa Pariangan tepatnya terletak di lereng gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar. Desa Pariangan dapat ditempuh sekitar tiga jam dari Kota Padang, Ibu Kota Propinsi Sumatera Barat. Lokasi ini berjarak sekitar 14 km dari Kota Batusangkar, Ibukota Kabupaten Tanah Datar. Desa Pariangan memiliki sluas 17.92 km 2 secara administratif di bawah Kecamatan Pariangan dan dihuni sekitar 6.479 jiwa (BPS, 2015). Posisi Pariangan di bawah lereng Gunung Marapi, sebuah gunung api aktif berketinggian 700 m di atas permukaan air laut menjadikan udara di desa ini cukup sejuk. Di desa ini terdapat sebuah mesjid terbesar dan kuno serta masid terjaga yang berusia ratusan tahun yang dikenal dengan Masjid Ishlah. Masjid dengan gaya arsitektur Dongson ala dataran tinggi Tibet. Masjid ini juga dinamakan masjid Tuo Pariangan.

Desa Pariangan dapat ditetapkan sebagai desa wisata halal, wisata religi, wisata sejarah dan wisata budaya Minangkabau. Beberapa Destinasi pariwisata yang terdapat di Desa Pariangan adalah Makam Tantejo Gurhano, Permainan Tradisional dan Budaya Minangkabau, Rumah Gadang Asri dan Kuno, Desa Pariangan, Sawah Terasering, Air Terjun dan Air Panas, Masjid Tuo Pariangan.

     Desa Pariangan ditetapkan sebagai wisata halal dikarenakan di Desa Pariangan mayoritas penduduknya beragama islam yang taat. Hal itu menjadi peluang jika Desa Pariangan ditetapkan sebagai Wisata Halal berbasiskan kearifan lokal Minangkabau. Namun pada saat sekarang pemerintah setempat belum mencanangkan Desa Pariangan dijadikan sebagai desa wisata halal berbasis kearifan lokal. Penulis memiliki konsep pusat pengembangan Desa Pariangan terpadu sebagai desa wisata halal berbasis Kearifan Lokal.

    Pusat pengembangan Desa Pariangan terpadu merupakan pemusatan operasional usaha antara usaha - usaha layanan sarana wisata seperti hotel/penginapan, restoran dan tempat makan, tempat belanja, serta biro perjalanan. Pemusatan ini dilakukan pada satu tempat yang memanfaatkan kearifan lokal daerah setempat. Selain itu, pada konsepsi ini melibatkan usaha layanan sarana wisata lokal yang telah ada. Usaha layanan jasa ini memiliki nilai peningkatan dalam kuantitas usahanya. Berdasarkan data perhitungan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (2016), sepanjang tahun 2015 dan 2016 meningkat dari 2.305 menjadi 2.450 usaha. Namun, dalam hal ini terdapat prinsip Halal yang harus diterapkan pada sistem operasional masing - masing elemen sarana wisata berbasiskan kearifan lokal. Artinya pusat layanan sarana wisata ini terdapat seperti hotel halal, restoran/food court bersertifikasi halal dan biro perjalanan sesuai prinsip halal. Singkatnya, Desa Pariangan yang dinobatkan sebagai desa terindah di dunia dapat dijadikan peluang dalam pengembangan desa tersebut sebagai desa wisata Halal yang berbasiskan kearifan lokal dan budaya Minangkabau dengan menggunakan strategi konsep pusat pengembangan desa terpadu. Desa wisata Halal melalui konsep pusat pengembangan desa terpadu menjadikan alternatif bagi daerah yang bergantung pada sumber daya alam yang suatu waktu bisa habis. Desa pariangan juga dapat dijadikan salah satu metode untuk menjaga kelestarian kearifan lokal Minangkabau serta menjaga tradisi “Adat basandi Syara’, Syara’ basandi Kitabullah. Adat Mangato, Syara’ Mamakai”. Menjaga keasrian budaya Minangkabau yang kental akan budaya Islam.

 

Referensi:

Admin. 2017. Nagari Pariangan. (online). Retrieved from (www.tanadatar.go.id). 28 September 2017.

Admin. 2017. Pariangan Menuju Desa Warisan Dunia Retrieved from https://tanahdatar.go.id/berita/1757/pariangan-menuju-desa-warisan-dunia.html.1 Oktober 2017.

Badan Pusat Statistik. 2016. Jumlah penduduk Tanah Datar. Retrieved from (https://tanahdatarkab.bps.go.id/). 1 Oktober 2017

Boim B. 2016. Desa Kuno yang Menjadi Desa Terindah Di Dunia ada di Sumatera Barat. Retrieved from (https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/10/18/desa-kuno-yang menjadi-desa-terindah-di-dunia-ada-di-sumatra-barat). 1 Oktober 2017.

Hassan, A.R. 2013. Islamic tourism revisited. Islamic Tourism, 32(2)

Kementerian Pariwisata, Republik Indonesia, 2017. Indonesia Mendominasi World Halal Tourism Awards 2016 Menang 12 Kategori teratas. Retrieved from (http://www.indonesia.travel/en/post/indonesiadominates-world-halal Tourism-awards- 2016-winning-12-topcategories). 29 September 2017.

Nirwandar S. 2015. Halal Lifestyle in Indonesia. presented at the UNWTO Seminars, Brunei Darussalam.

Yahya, Arief. (2016). Alasan Indonesia Layak Jadi Kiblat Pariwisata Halal Dunia Retrieved from (http://lifestyle.liputan6.com/read/2684766/alasan-indonesialayakjadi-kiblatpariwisata-halal-dunia). 28 September 2017.

Similarity index: 31% (TurnItIn)

Recent News

Terhangat

Merchandise

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram