Berita Acara - 29 September 2017 177

Khayrurrijal (ke-2 dari kanan) dan Usep Muhammad Ishaq (ke-6 dari kanan)

Kuala Lumpur (28/09) - Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia kembali menghadiri undangan PPI cabang kampus-kampus yang ada di Malaysia dalam serangkaian acara-acara yang diselenggarakan oleh PPI cabang di Malaysia. Setelah kemarin, PPI Help mengadakan HISS CUP, dan opening Indonesian Day oleh PPI IIUM, kali ini PPI UTM KL mengadakan pelantikan dan sosialisasi program PPI UTM KL yang kemudian dilanjutkan dengan acara Kabul yang merupakan singkatan dari Kajian Bulanan PPI UTM-KL.

Bertempat dilantai dua masjid UTM KL, acara berlangsung selama 4 jam yang dimulai dari jam 3.30 pm s/d 7.30 pm. Meskipun berlangsung lama, waktu yang berlalu terasa amat singkat karena suasana acara berlangsung dengan amat kondusif, menuai rasa penasaran yang tinggi, serta menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan.
 
Acara dimulai dengan pembacaan doa dan dilanjutkan dengan sambutan oleh perwakilan dari PPI Malaysia. Dalam sambutannya, PPI Malaysia berterima kasih kepada pihak PPI UTM KL karena telah mengundang hadir dalam acara tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pesan dari PPI Malaysia yang intinya adalah tetap saling menjaga komunikasi antara sesama PPI cabang lain dan mensinergikan diri dalam hal karya, intelektual, dan kreatifitas secara bersama antar pelajar-pelajar Indonesia di Malaysia.
 
Acara kemudian dilanjutkan sambutan ketua PPI UTM KL. Dalam sambutannya, ia menyampaikan berbagai program kerja yang telah dilalui dan memperkenalkan secara singkat tentang sejarah terbentuknya PPI UTM KL. Setelah menyampaikan kata sambutannya, ia melanjutkannya dengan sosialisasi program PPI UTM KL selama setahun kedepan.
 
Dalam sosialisasi program setahun kedepan, PPI UTM KL mengusung jargon "PPI UTM KL adalah Rumah Kita Bersama", ayo saling mengenal, berbagi dan membantu. Tidak hanya sampai di pelantikan dan sosialisasi program saja, PPI UTM KL melanjutkan serangkaian acaranya dengan acara Kabul.
 
Kajian bulanan ini merupakan kajian bulanan pertama proker pertama PPI UTM KL pasca dilantik. Kali ini Kabul mengambil tema "In Research for The Nexus" dengan mendatangkan dua pakar filsafat yakni Khayrurrijal dan Usep Muhammad Ishaq. Kedua pakar tersebut diberikan dua judul berbeda dimana Khayrurrijal membahas bagaimana mencari makna dalam kehidupan modern. Sedangkan Usep Muhammad Ishaq membahas kontribusi Ibn Al-Haytham kepada sains.
 
Selama dua jam lebih, kedua pakar membahas tentang tema yang diberikan. Setelah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar peserta kajian dengan para pakar, hasil kajian ini memberikan banyak pengetahuan tentang bagaimana sains tidak bisa dipisahkan dari agama, serta apa itu sebenarnya makna di dalam kehidupan modern dan apa yang membuat manusia perlu belajar banyak disiplin ilmu lainnya. (doni/fasya)

Recent News

Terhangat

Merchandise

Media Social

Facebook




Twitter

Instagram