Berita Acara Ahmad Naufal Aisyi - 11 September 2019 135


Jakarta (11/9) Almarhum B.J. Habibie meninggal karena gagal jantung di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto di Jakarta sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Sebelum berpulang, Habibie ditangani 44 dokter yang tergabung dalam tim dokter kepresidenan. Mereka adalah para dokter spesialis dari berbagai bidang, dari ahli jantung hingga otak.

"Tim dokter telah melakukan yang terbaik, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan," katanya dalam pernyataan yang disiarkan di televisi.
Presiden Indonesia, Joko Widodo, menyatakan belasungkawa dalam sebuah pernyataan pers pada hari Rabu.
"Kepada Allah kita milik dan kepada Allah kita akan kembali. Izinkan saya, atas nama semua orang Indonesia dan pemerintah, untuk menyampaikan kesedihan mendalam saya ... (atas) meninggalnya Profesor B.J.Habibie," kata Presiden Joko Widodo.
"Kami mengenal Prof Habibie sebagai ilmuwan, tentu saja, dan juga sebagai bapak teknologi Indonesia. Ia juga presiden ketiga Republik Indonesia," imbuh Jokowi.
"Saya harap anggota keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran, dan dapat melanjutkan apa yang dicita-citakan Prof Habibie selama hidupnya."
Habibie, yang nama lengkapnya Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah presiden ketiga Indonesia setelah pemerintahan Suharto selama lebih dari 30 tahun.
Habibie telah dirawat di rumah sakit sejak 1 September karena berbagai masalah kesehatan.
Dilaporkan bahwa ia telah menjalani perawatan sedari bulan Maret lalu di Munich, Jerman untuk berbagai komplikasi yang berkaitan dengan jantung, hati, dan asfiksia.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada hari Rabu menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera Indonesia setengah tiang hingga Sabtu.
"Kami akan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, hingga 14 September," kata Pratikno.
Tubuh mendiang presiden akan dibawa ke rumahnya di Kuningan, Jakarta. Dia akan dimakamkan di sebelah istrinya di Pemakaman Pahlawan Kalibata pada hari Kamis.