Berita Acara Ahmad Naufal Aisyi - 11 September 2019
Jakarta (11/9) Almarhum B.J. Habibie meninggal karena gagal jantung di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto di Jakarta sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Sebelum berpulang, Habibie ditangani 44 dokter yang tergabung dalam tim dokter kepresidenan. Mereka adalah para dokter spesialis dari berbagai bidang, dari ahli jantung hingga otak. "Tim dokter telah melakukan yang terbaik, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan," katanya dalam pernyataan yang disiarkan di televisi.Presiden Indonesia, Joko Widodo, menyatakan belasungkawa dalam sebuah pernyataan pers pada hari Rabu."Kepada Allah kita milik dan kepada Allah kita akan kembali. Izinkan saya, atas nama semua orang Indonesia dan pemerintah, untuk menyampaikan kesedihan mendalam saya ... (atas) meninggalnya Profesor B.J.Habibie," kata Presiden Joko Widodo."Kami mengenal Prof Habibie sebagai ilmuwan, tentu saja, dan juga sebagai bapak teknologi Indonesia. Ia juga presiden ketiga Republik Indonesia," imbuh Jokowi."Saya harap anggota kel
Berita Acara Axel Rizkiya Iskandar - 11 September 2019
    Sumber Foto: Liputan6.com   Kuala Lumpur (10/9) Pada hari Selasa tanggal 10 September 2019, Negeri jiran Malaysia khususnya di wilayah Kuala lumpur dan sekitarnya, mengalami fenomena yang biasanya jarang terjadi. Pada pagi hari yang seharusnya cerah, kini berubah menjadi suasana berkabut dan matahari pun tidak tampak sama sekali menyinari beberapa wilayah di Malaysia. Udara di berbagai kawasan Malaysia sangat tercemari dan sudah mencapai titik “tidak sehat”, yaitu di angka 101-200 pada jam 11 siang berdasarkan departemen lingkungan Malayisa merujuk pada Air Pollution Index (API). Berdasarkan data yang didapat, Kawasan terparah yang dicemari oleh kabut yaitu terjadi di wilayah Pahang dengan indeks angka 194 dan Sarawak dengan indeks angka 192, dan angka ini hampir mencapai indeks angka 201, dimana jika merujuk kepada API, angka tersebut dikategorikan kedalam kondisi “sangat tidak sehat”.   Sementara itu, kota terbesar di Malaysia yan
Berita Acara - 07 September 2019
Para panitia berfoto bersama dengan siswa-siswi (Foto: PPI APU)   “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Dikutip dari pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan akses untuk mendapatkan pendidikan bahkan di luar negeri. Senin (17/07/19) Persatuan Pelajar Indonesia Asia Pacific University, yang lebih dikenal sebagai AUISS, menggelar sebuah kegiatan yang membawa misi sosial. Nurture Indoneisa: Mahasiwa Mengabdi adalah sebuah kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari di Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Pelabuhan Klang, Selangor, Malaysia. Kegiatan ini sendiri adalah ajang kolaborasi yang diinisiasi oleh PPI APU dengan menggandeng PPI Internasional Islamic University Malaysia (IIUM), PPI HELP University dan PPI MSU (MIS) sebagai relawan atau volunteer. Kegiatan ini dilatar belakangi oleh kesadaran para mahasiswa-mahasiswi Indonesia akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak Indonesia, tida
Berita Acara Axel Rizkiya Iskandar - 17 Agustus 2019
Jakarta (10/08) – Dua tahun lampau, Indonesia dihebohkan dengan kehadiran mantan presiden Amerika Serikat yaitu Barack Obama dalam Kongres Diaspora Indonesia yang ke-4 tanggal 1 Juli 2017 silam di Jakarta. Kongres yang dihadiri oleh kurang lebih 9.000 peserta pada tahun 2017, merupakan perhelatan terbesar dalam sejarah gerakan diaspora Indonesia yang dimulai di Los Angeles tahun 2012.   Tahun ini, digelar di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka Mall di daerah Tebet, Jakarta Selatan, sekitar 5.000 peserta terlihat antusias mengikuti kongres ke-5 yang bertajuk “Empowering Indoesian’s Human Capital”. Keberadaan diaspora untuk pembangunan di Indonesia memang sangat penting, apalagi untuk menghadapi era revolusi industry 4.0.   Dalam kongres yang berlangsung 7 hari sebelum hari kemerdekaan Indonesia, meneteri luar negeri Indonesia Retno Marsudi menegaskan visi Indonesia selama 5 tahun kedepan yaitu memfokuskan dalam bidang infrastruktur, sumberdaya manu
Berita Acara Jurnalis PPI MALAYSIA - 29 Juli 2019
Johor Bahru (11/07) – Fadlan Muzakki dari PPI Tiongkok telah terpilih menjadi Koordinator PPI Dunia 2019/2020 dalam Simposim Internasional PPI Dunia yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, Kamis lalu (11/07). Proses Pemilihan Koordinator PPI Dunia yang berlangsung disela-sela Simposium Internasional ini memiliki tiga kandidat, yaitu Fadlan Muzakki dari PPI Tiongkok, Tubagus Aryandi Gunawan dari PPI Irlandia danAhmad Ghiyats Fawwaz dari PPI Jordania. Dari Hasil penghitungan suara, Fadlan Muzakki dinyatakan sebagai koordinator terpilih PPI Dunia 2019/2020 menggantikan Koordinator sebelumnya yaitu Fadjar Mulya dari PERMITHA. Fadlan unggul dengan menerima 24 suara, mengalahkan Tubagus Aryandi Gunawan Arya yang memperoleh 22 suara serta Ahmad Ghiyats Fawwaz dengan enam suara. Fadlan, yang merupakan panggilan akrab dari Fadlan Muzzaki adalah mahasiswa penerima beasiswa yang sedang melanjutkan studi S2 di Universitas Renmin China untuk Kajian China Kontemporer pada School of Silk
Berita Acara Jurnalis PPI MALAYSIA - 29 Juli 2019
Johor Bahru (11/07) – Simposium Internasional PPI Dunia XI yang mengangkat tema “Inovasi berkelanjutan sebagai Sumbangsih Pemuda untuk Kemandirian Bangsa” telah memasuki hari kedua. Khusus untuk hari kedua, acara terbagi di dua venue berbeda, yaitu Dewan Senat Bangunan Canselori yang digunakan sebagai sidang internal PPI Dunia yang dihadiri oleh para delegasi utama dari berbagai negara dan Dewan Sultan Iskandar bagi para delegasi tambahan PPI Negara, PPI Cabang, Mahasiswa Indonesia dan Peserta Start Up Competition Festival PPI Malaysia. Start Up Competition Festival yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan PPI Malaysia bekerjasama dengan Simposium Internasional PPI Dunia XI merumuskan bahwa terdapat aspek penting dalam pengembangan jiwa kewirausahaan sebagai salah satu bentuk sumbangsih Pemuda Indonesia melalui pelaksanaan pelatihan kewirausahaan pemuda. Start Up Competition Festival Simposium Internasional 2019 telah membuka pendaftaran kepada seluruh usah
Berita Acara Jurnalis PPI Malaysia - 16 Juli 2019
Rentetan acara yang berlangsung selama empat hari bertempat di Universiti Teknologi Malaysia, Johor Bahru, Malaysia, berlangsung sukses dan telah resmi selesai. Sebelum acara Farewell Session dimulai, para delegasi diminta untuk registrasi kembali. Selanjutnya, sambutan oleh Ketua Pelaksana Simposium Internasional PPI Dunia XI, Roy Suwanto, yang mengucapkan banyak terima kasih kepada para peserta delegasi yang telah datang dari berbagai macam daerah bahkan negara. Ia juga mengatakan bahwa hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi semua panitia serta delegasi yang telah berpartisipasi karena dapat bersama-sama berkolaborasi, guna menyukseskan acara tahunan ini. Pemutaran video kilas balik simposium internasional yang ke-11 juga dilakukan guna mengingatkan kembali para delegasi yang hadir bahwa mereka telah melalui beberapa kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Selain itu, beberapa delegasi memberikan kesan dan pesan atas rangkaian kegiatan Simposium dari hari pertama hingga hari ke
Berita Acara Jurnalis PPI MALAYSIA - 13 Juli 2019
    Johor Bahru (13/07) – Berbeda dengan hari-hari sebelumnya setelah menjalani tiga dari lima hari kegiatan Simposium Internasional PPI Dunia XI, kali ini para delegasi, peserta dan panitia berkesempatan untuk merasakan keindahan salah satu kota di Malaysia, yaitu Melaka. Perjalanan yang ditempuh hampir 2 jam dari Johor Bahru ke Melaka dilalui oleh para delegasi dengan suka cita. Delegasi mengunjungi beberapa tempat wisata ikonik yang terkenal disana seperti, melaka Clock Tower, Bukir St. Paul, dan Jonker Street. Tidak hanya itu, para delegasi, peserta beserta panitia juga turut mengunjungi Museum Maritim Flora de la Mar dan the Strait Mosque di Melaka. Para delegasi dan peserta sangat terlihat antusias dan gembira mengunjungi setiap tempat bersejarah negara Malaysia dibawah terik matahari yang cukup menyengat diselingi dengan swafoto bersama dengan rekan-rekan sejawat.Para delegasi juga mencicipi kudapan khas Malaysia yaitu cendol durian yang tentunya sangat pas un