• Beasiswa
  • PPI Malaysia 18/19
  • Pengurus PPIM 18/19

Headline

Pendidikan

Info Beasiswa

Temukan berita seputar informasi beasiswa di Malaysia serta persyaratan yang dibutuhkan disini

Daftar Kampus

Temukan Daftar Universitas Negeri dan Swasta Malaysia disini

Atdikbud

Portal Atase Pendidikan dan Kebudayaan kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur

Berita Acara

Buka Puasa Bersama PPI Malaysia

  Kuala Lumpur (18/5), Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) menyelenggarakan acara buka puasa bersama serta membagikan donasi kepada para anak-anak TKI di Sungai Buloh, Malaysia. Acara yang berlangsung di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) tersebut dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Bapak Mokhamad Farid Ma’ruf, Ph.d, Penasihat PPI Malaysia, Bapak Talqis Nurdianto, Lc. MA, serta Ketua PPI Malaysia, Saudara Muhammad Ammar Naufal. Sedikitnya 150 orang yang terdiri dari para pengurus PPI Malaysia, perwakilan PPI cabang, anak-anak dan para orang tua TKI dari Sungai Buloh menghadiri dan memeriahkan acara tahunan ini. Acara dimulai pada pukul 17.30 MYT yang diawali oleh pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yaitu surat Al-Balad oleh salah satu anak TKI Sungai Buloh, Ridho Pangestu, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pelaksana oleh Saudara Nugi Nugraha. Acara selanjutnya adalah sambutan, sambutan yang pertama disampaikan oleh Ketua PPI Malay

Berita Acara 20 Mei 2019
Law, Education and Donation

  Kuala Lumpur (26/04) — Departemen Hukum dan Advokasi berkolaborasi dengan Departemen Pendidikan Persatuan Pelajar Indonesia se Malaysia mengadakan kegiatan bertemakan “Internalisasi nilai-nilai kebangsaan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pada generasi muda” di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Jumat (26/04) lalu. Kegiatan yang berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 12.30 siang ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Kegiatan diawali dengan senam pagi oleh seluruh siswa SIKL, dilanjutkan dengan acara pembukaan kegiatan yang dibuka dengan sambutan dari Ketua PPIM, Muhammad Ammar Naufal,  serta sambutan dari perwakilan SIKL. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberiaan cindera mata oleh PPIM ke SIKL dan di tutup dengan pemberian donasi buku secara simbolis sebanyak 3 box kepada pihak SIKL.Setelah acara pembukaan, para siswa diarahkan ke kelas untuk mendapatkan materi dari para narasumb

Berita Acara 27 April 2019
Garuda Cup X : Ajang silaturahmi Mahasiswa Indonesia di Malaysia

Kuala Lumpur (3/4) - Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelaajar Indonesia di UKM telah sukses dijalankan selama 4 hari, yang dimulai dari Hari Kamis (28/3) hingga Minggu (31/3). Garuda Cup merupakan wadah untuk pelajar Indonesia yang sedang belajar di Malaysia agar dapat menyalurkan minat dan bakatnya dalam bidang olahraga. Beberapa Universitas negeri dan swasta di Malaysia turut berpartisipasi dalam kegiatan ini demi terciptanya silaturahmi dan persaingan yang sportif antar Pelajar Indonesia di Malaysia. Bertempat di Universitas Kebangsaan Malaysia, Bangi, acara ini dimulai dengan pembukaan yang bertempat di Pusat Siswazah UKM pada Kamis malam. Acara diawali dengan pertujukan tari tradisional yang diikuti oleh perwakilan dari beberapa universitas dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Acara pembukaan ini juga dihadiri oleh beberapa tamu penting, yaitu Haekal Amarullah selaku Perwakilan dari PPI Malaysia, Andi Muhammad Lutfi Nugraha selaku Ketua PPI UKM 16/17, Haekal M

Berita Acara 03 April 2019
Young Entrepreneurship Training

  Kuala Lumpur (24/3) - Perhimpunan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) mengadakan acara Young Entrepreneurship Training, yaitu workshop untuk pembuatan website berbasis CMS serta tips membangun start up digital. Acara workshop yang mengusung tema “membangun start up digital zaman now” tersebut berlangsung di Fakulti AIKOL IIUM Gombak, Malaysia. Workshop ini dihadiri oleh 35 peserta dari sembilan universitas, diantaranya adalah UM (Universiti of Malaya), UTM (Universiti Teknologi Malaysia), UPM (Universitas Putra Malaysia), APU (Asia Pacific University), USM (Universiti Sains Malaysia), UPSI (Universiti Pendidikan Sultan Idris), UTPKL (Universitas Terbuka Pokjar Kuala Lumpur), Taylors University dan IIUM (International Islamic University of Malaysia).Kegiatan workshop ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan pembacaan Do'a, sambutan dari Ketua Pelaksana serta Ketua PPIM, lalu memasuki inti acara yaitu penyampaian materi oleh narasum

Berita Acara 24 Maret 2019

Video PPI

Wawancara

Kajian Isu Strategi

Rekonsiliasi Nasional Demi Keutuhan Bangsa

Muhammad Fuad Hadziq - 01 Mei 2019

Indonesia, bangsa yang besar                Musim telah memasuki musim penghujan, tetapi serasa musim panas bulan-bulan belakangan ini. Bangsa Indonesia terasa panas; baik itu darat dan udara. Kampanye yang begitu lama, hampir 6 bulan menyebabkan konflik di masyarakat masih begitu mengendap kuat.  Pemilu kali ini terasa sangat berbeda dari pemilu sebelumnya, menguras waktu dan biaya yang teramat besar. Ditambah pertengkaran di media sosial yang tanpa filter, semakin menghilangkan sekat budaya lokal asli nusantara bangsa Indonesia. Kemudian menjamurnya hoax yang masif, tak dapat dibendung dengan logika dan hati nurani. Belum lagi, ujaran kebencian bagaikan hal lumrah ditemukan dalam sosialisasi di dunia maya. Sungguh, bangsa Indonesia sedang diuji. Pada 17 April 2019 lalu, Bangsa Indonesia patut bangga bahwa Pemilu telah sukses berjalan lancar dan tertib. Apakah setelah itu selesai? Ternyata tidak. Beredar di

MENGHADAPI QUARTER-LIFE CRISIS: APA LANGKAH SELANJUTNYA?

Indiena Saraswati - 29 April 2019

Jika kamu berada di rentang usia pertengahan 20-30 tahun, mungkin lingkaran teman-temanmu sedang ramai menggaungkan istilah quarter-life crisis. Seandainya kamu bosan mendengarnya, ada baiknya dirasakan dan pikirkan ulang, Gue merasakan ini juga ngga sih? Nyatanya, krisis seperempat abad ini memang tidak jarang dialami. Pertengahan dua puluh adalah masa yang tanggung. Kita sudah tidak muda lagi, tetapi kita juga belum tua, kok. Masih ada jejak kehidupan bebas dan seru yang tersisa, tetapi di saat yang sama kita sudah mulai berpikir untuk menjadi lebih terarah, bertanggung jawab, dan memikirkan ulang, Gue tuh hidup buat apa, sih? Nah, pertanyaan inilah sumber krisis seperempat abad tersebut. Sebagai manusia yang berpikir, adalah hal alamiah jika kita mempertanyakan mengapa kita diturunkan ke bumi. Kita mempertanyakan siapa kita dan apa tujuan kita di dalam hidup ini, terutama karena kita dikejar waktu dan kematian. Intinya, kita tidak ingin menyesal di akhir haya